Dalam tiga laga Garuda Muda di fase penyisihan Grup A, Fajar yang tercatat kuliah di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda itu mencetak satu gol ke gawang Filipina dalam kemenangan 3-0 di laga pembuka, setelahnya satu gol ke gawang Myanmar saat Indonesia menang 5-0 dan terbaru pada Minggu (7/5/2023) sore kemarin, dua gol ditorehkan pemain 20 tahun itu ke gawang Timor Leste untuk kemenangan 3-0 Merah Putih ditambah satu assist untuk gol striker Ramadhan Sananta.
Empat gol yang dicetak pemain dengan banderol harga Rp3,48 Miliar semusim itu membuatnya sejajar dengan legenda sepakbola Tanah Air.
Dikutip dari data sepakbola Indonesia, sejak tahun 1977 hingga tahun 2023, hanya ada empat pemain yang mampu mencetak gol berturut-turut dalam tiga pertandingan fase grup SEA Games, yaitu Kurinawan Dwi Yulianto di tahun 1997, Patrich Wanggai (2011), Titus Bonai (2011) dan tahun 2023 ini ada Fajar Faturahman.
Yang membuat Fajar berbeda, posisinya bukan penyerang seperti Kurniawan, Patrich atau Titus, melainkan bek kanan yang rajin ikut membantu timnya saat menyerang. Di Indonesia U-22 ini pelatih Indra Sjafri menggeser Fajar lebih ke tengah dan hal itu terbukti efektif membuat pemain asal Manokwari itu bisa terus mencetak gol.
"Hasil eksperimen saya ternyata membuahkan hasil. Terima kasih Fajar. Yang jelas apa yang diraih merupakan hasil kerjasama tim," kata Indra Sjafri.
Mantan pelatih Bali United ini juga meminta Fajar untuk terus meningkatkan kemampuannya apalagi masih ada beberapa pertandingan yang harus di hadapi pada SEA Games 2023. "Jangan cepat puas diri. Perjalanan masih panjang," kata pria yang juga menjadi Direktur Teknik PSSI itu.
Setelah memastikan diri lolos ke semifinal SEA Games 2023, timnas Garuda Muda masih dihadapkan dengan satu laga fase Grup A dengan menghadapi tuan rumah Kamboja Rabu (10/5/2023) lusa.
Fajar sendiri mengaku belum puas. "Selama ini saya hanya ingin berkontribusi pada timnas. Yang jelas saya belum puas dengan pencapaian saat ini," kata Fajar.
Timnas Indonesia U-22 tampil sangat produktif di babak fase grup. Tak terkalahkan dalam tiga laga dan tak kemasukan satu gol pun, mereka mengemas 11 gol.
Editor: Aspian Nur