"Selamat datang kembali, Umai di Borneo FC Samarinda. Semoga mampu mengangkat performa tim sampai akhir musim," kata Presiden Klub Borneo FC Nabil Husein Said Amin melalui laman resmi klub.
Menurut Nabil, kedatangan pemain berusia 26 tahun itu diharapkan bisa menyuntikkan kualitas pada lini serang skuad asuhan Andre Gaspar tersebut. "Kedatangan Umai sesuai dengan kebutuhan tim, untuk memberi kedalaman dan persaingan baru di sektor penyerang sayap," jelasnya.
Umai membela Pesut Etam pada musim 2018 dan 2019 dengan memainkan sebanyak 69 pertandingan di semua kompetisi. Dengan komposisi pemain lokal yang tak banyak berubah, Umai diharapkan bisa langsung padu dengan permainan Borneo FC sejak mendapat kepercayaan pertama dari sang pelatih.
"Saya rasa Umai tidak memerlukan waktu adaptasi yang panjang karena sudah pernah membela Borneo FC Samarinda sebelumnya. Semoga bisa langsung nyetel sejak awal putaran kedua," harap Nabil.
Setelah Umai, kata Nabil, tidak menutup kemungkinan Borneo FC akan kembali mengumumkan penandatanganan pemain baru pada bursa transfer paruh kompetisi ini, namun semua bergantung kebutuhan.
"Untuk pemain baru lainnya, tergantung kebutuhan tim. Jika pelatih menginginkan penyegaran skuad untuk mencapai target akhir musim. Dan memungkinkan untuk direalisasikan, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Mohon doa dan dukungan masyarakat Samarinda agar Borneo FC bisa berprestasi musim ini," pungkas Nabil.
Skuat Pesut Etam sendiri mengakhiri perjalanan mereka di pentas Liga 1 putaran pertama dengan hasil imbang 1-1 saat bertemu PSM Makassar pada pekan ke-17 dan berada di posisi 4 klasemen sementara dengan mendulang angka 32. Namun posisi tersebut masih rentan tergeser, karena Persib Bandung (30) dan Persija Jakarta (29) masih menyisakan satu pertandingan.
Namun terlepas dari hasil pertandingan dan posisi tim, Borneo FC sejak laga melawan PSM Makassar langsung “balik kanan”. Pemain diliburkan sementara waktu hingga 4 Januari lusa. Keputusan meliburkan pemain ini diambil mengingat jadwal putaran kedua baru dilaksanakan pekan kedua bulan ini.
Asisten manajer Borneo FC, Farid Abubakar saat dikonfirmasi membenarkan jika tim diliburkan setelah pertandingan terakhir. Lamanya pemain tak bertemu keluarga, menjadi alasan mengapa libur diberikan.
“Selain itu ada beberapa pemain yang merayakan Natal. Jadi mereka pulang ke daerah masing-masing untuk bertemu keluarga dan merayakan Natal,” ujar Farid.
Menurut Farid, libur selama satu pekan lebih sangat wajar diberikan. Apalagi pemain menjalani 6 sisa pertandingan putaran kedua dengan sistem bubble. Artinya pemain yang membawa keluarganya di Samarinda, harus berpisah nyaris satu bulan.
Diharapkan Farid, selama berada di daerah masing-masing pemain tetap bisa menjaga kondisi mereka. Sebab jika memang putaran kedua dilaksanakan 14 Januari, artinya pemain punya kesempatan latihan bersama selama 10 hari untuk menjalani laga putaran kedua.
“Sudah pasti fokus pelatih saat berkumpul nanti adalah melakukan evaluasi dari hasil putaran pertama. Kalau pemain mengalami penurunan fisik, maka akan membuang waktu untuk mematangkan teknik dan strategi bermain. Itulah sebabnya, pemain diminta tetap menjaga kondisinya,” ujar Farid lagi.
Editor: Aspian Nur