Kalau tak ada kendala dan kompetisi dijalankan pada 25 November, maka persiapan Borneo FC sangat ideal untuk menghadapi lanjutan Liga 1 dan sebagai pelatih Miftah mengaku persiapan selama 3 sampai 4 pekan akan sangat ideal bagi Borneo FC. Sebab seperti awal musim, di waktu seperti sekarang tim sudah memasuki tahap pemantapan tim untuk menjalankan taktik dan strategi. Apalagi Andre Gaspar sebagai pelatih pengganti Milomir Seslija, akan punya banyak waktu untuk mematenkan skema permainan yang diinginkannya saat ini.
“Makanya saya bilang, waktu saat ini sangat ideal untuk persiapan tim. Tapi ya itu tadi, semoga saja kompetisi tak ditunda lagi,” papar Miftah.
Mengenai kondisi tim setelah kembali latihan bersama, Miftah mengaku kondisi seluruh pemain Pesut Etam tim sangat baik. “Semua pemain juga antusias dalam latihan di Yogjakarta. Sekarang kami tinggal menunggu jawaban dari tim-tim yang kami ajak untuk uji coba selama kami ada di sini,” ucapnya.
Sementara itu pemusatan latihan Diego Michiels dkk selain diikuti pemain-pemain yang sudah berkompetisi, beberapa pemain muda juga ikut bergabung. Setelah Andrika Fathir Rachman, kiper Timnas U-16 dan M Alfahrezi Buffon, kapten tim Elite Pro Academy U-18, ternyata masih ada dua nama pemain Borneo Junior yang ikut latihan bersama. Keduanya adalah M Kafiatur dan Narendra Tegar Islami, dua penggawa Timnas Indonesia U-16 di bawah asuhan Bima Sakti.
Kafiatur saat dikonfirmasi mengatakan, menjalani latihan bersama pemain senior adalah pengalaman tak terbayangkan sebelumnya. Pemain berposisi sebagai gelandang serang ini mengaku, saat mendapat tawaran latihan bersama ia awalnya sama sekali tak percaya.
“Awalnya saya dihubungi coach Firman (Firman Utina) soal ikut latihan bersama pemain senior. Antara percaya dan tidak, tapi tanpa pikir panjang dan senang hati saya langsung setuju,” ujar Kafiatur.
Hal yang membuat pemain dengan kekuatan utama kaki kiri ini ikut latihan bukan hanya sekadar bertemu pemain senior. Lebih dari itu, ia ingin meningkatkan kemampuan teknik bermain serta menguatkan mental. Sebab berada di tengah pemain senior, jelas ada tekanan dari sisi keinginan meningkatkan kemampuan. “Dan di Borneo FC ini ada banyak pemain hebat. Tapi saya mengidolakan Hambali,” ujarnya.
Perbedaan sangat dirasakan Kafiatur saat menjalani latihan bersama pemain senior Borneo FC. Terutama dalam hal intensitas. Permainan lebih cepat dan pressing tinggi yang dijalankan pemain senior, disebut Kafiatur membuatnya sempat kewalahan.
Editor: Aspian Nur