Gol-gol Malaysia dicetak oleh Zainurhakimi Zain, brace Arami Wafiy, Anjasmirza Saharudin dan Afiq Danish via penalty. Semua gol tersebut tercipta menit ke-17, 20, 23, 26 dan menit ke-38. Sementara gol Timnas U-17 dicetak oleh Arkhan Kaka pada babak kedua.
Kekalahan ini membuat Indonesia U-17 hanya mengumpulkan sembilan angka. Posisi puncak klasemen disalip oleh Malaysia dengan 10 poin.
Peringkat ketiga ditempati oleh Uni Emirat Arab yang meraih enam angka. Diikuti dengan Palestina di posisi keempat lewat raihan tiga angka dan Guam sebagai juru kunci dengan satu angka.
Garuda Asia gagal ke putaran final Piala Asia U-17 dengan status runner-up terbaik meski sempat menang besar 14-0 atas Guam, mengalahkan Uni Emirat Arab 3-2 dan menang dari Palestina 2-0. Indonesia hanya meraih tiga angka dengan selisih gol -3 dalam klasemen runner up terbaik karena kemenangan atas Guam tak masuk dalam hitungan.
Poin Indonesia di klasemen runner-up terbaik hanya dihitung dari laga melawan Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA) saja, sementara poin melawan tim urutan empat dan lima ditepikan. Ini karena ada grup lain yang cuma diisi oleh tiga tim yaitu Grup H & Grup J.
Arkhan Kaka dkk menempati peringkat ketujuh di klasemen runner up terbaik. Hanya enam tim runner up terbaik yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2023.
Indonesia kalah bersaing dengan Korea Selatan, China, Afganistan India, Thailand dan Laos. Keenam tim ini sama-sama mengumpulkan poin tiga di klasemen runner up terbaik. Namun, mereka memiliki selisih gol yang lebih baik dari Tim Merah Putih.
"Saya menyampaikan mohon maaf kepada semua pecinta sepakbola Indonesia atas hasil tidak memuaskan ini. Kecewa sedih pasti," kata Bima Sakti usai pertandingan dilansir dari pssi.org. "Saya bilang ke pemain agar bisa mengambil pelajaran dan pengalaman dari turnamen ini untuk mereka ke depan. Karena karier mereka masih panjang. Ini tanggungjawab saya sebagai pelatih," sebutnya.
Tapi Bima Sakti tak mau menyebut kekalahan timnya disebabkan absennya Iqbal dan menyatakan kekalahan disebabkan kesalahannya dalam memasang strategi dan perhitungan.
"Sebenarnya di tim ini tidak ada pemain bintang. Peran Iqbal sangat penting, tetap kami juga sudah beberapa kali uji coba dengan tim-tim lain di Yogyakarta, dengan mencoba tanpa Iqbal. Atmosfer sangat memengaruhi, masuknya gol Malaysia dari satu sampai lima itu yang membuat kami sedikit tegang," jelas Bima.
Sementara menurut pelatih Malaysia Osmera Bin Amaro mengungkapkan kalau kemenangan mereka diluar dugaan sebab mereka bermain sebagai tim tamu dalam laga krusial.
"Saya lihat Indonesia adalah tim yang bagus. Mungkin ini hanya nasib kurang baik, tapi saya harus memuji barisan pemain saya yang hari ini sangat baik mengikuti arahan," kata Omaro.
"Saya mau menguji pemain saya, tapi kalau saya bisa bilang ini permainan terbaik mereka saat ini. Ada beberapa hal yang kami buat. Mungkin saja Indonesia terperangkap. Saya sudah lama memantau permainannya, dan kami mencari cara bagaimana kami bisa masuk mencari celah dan berhasil," paparnya.
Sebelum laga, Timnas U-17 diprediksi bisa meraih minimal hasil imbang. Sebab Malaysia relatif angin-anginan dan cuma meraih hasil imbang 1-1 melawan Guam, sementara Timnas U-17 menang telak 14-0 atas lawan yang sama. Tapi kelengahan para pemain Timnas U-17 membuat Malaysia dapat mencetak lima gol. Kebobolan lima gol dalam waktu yang cukup cepat meruntuhkan mental tuan rumah.
Editor: Aspian Nur