Sementara Harimau Malaya berada di urutan kedua dengan total 7 poin dari dua kali menang dan sekali imbang. Meski begitu, pelatih timnas U17 Indonesia, Bima Sakti, tak ingin cari aman. Dia yakin dan berusaha agar anak asuhnya bisa menang. "Kami tidak mau imbang. Kami ingin memenangi pertandingan terakhir (vs Malaysia)," kata Bima Sakti dikutip dari Antara News.
Bima Sakti memiliki delapan pemain pilar yang selalu bermain sejak awal pada tiga laga di Grup B Kualifikasi Piala Asia U17 2022. Mereka yaitu Andrika Fathir (kiper), Muhammad Iqbal Gwijangge, Sulthan Zaky, Habil Abdillah, Muhammad Riski Afrisal, Muhammad Kafiatur Rizky, Rizdjar Subagja, dan Arkhan Kaka.
Nama-nama di atas selalu bermain sejak awal laga pada tiga kemenangan, yakni melawan Guam (14-0), Uni Emirat Arab (3-2), dan Palestina (2-0). Kondisi tersebut membuktikan Bima Sakti minim rotasi pada tiga laga. Efeknya adalah kelelahan yang dirasakan pemain mengingat jadwal main dua hari sekali.
Selain kelelahan, ancaman lain datang dari absennya kapten timnas U17 Indonesia, Muhammad Iqbal Gwijangge. Dia berperan penting dalam lini pertahanan Garuda Asia. Pada pertandingan terakhir melawan Palestina, kehilangan Iqbal Gwijangge pada awal babak kedua sangat terasa. Begitu besar lubang yang ditinggalkan oleh Iqbal Gwijangge
Sumber: Kompas.com
Editor: Maruly Zainuddin