Ratusan supporter gabungan dari beberapa kelompok pecinta sepakbola di Balikpapan itu menyalakan lilin sebagai tanda bela sungkawa kepada para korban.
Ketua Balikpapan Supporter Fanatik (Balistik) Ade Setiawan meminta agar kejadian tersebut diusut tuntas. "Kalau bisa diusut tuntas setuntas-tuntasnya, karena itu nyawa manusia tidak bisa dibayar pakai rupiah atau dolar. Hari ini meninggal besok belum tentu bisa hidup kembali tidak ada itu," tegasnya.
Ade menyayangkan tindakan aparat menembakan gas air mata ke arah tribun penonton yang didominasi penonton keluarga. "Gas air mata itu tidak diperbolehkan untuk ditembakkan ke stadion apalagi di tribun, saya tahu persis disana ada supporter sepakbola dari keluarga yang membawa anak istri. Karena itu kami menyatakan Balikpapan tetap satu untuk Arema dan Aremania, persaudaraan nomor satu Indonesia," ucap Ade.
Perwakilan Aremania Balikpapan Juned mengapresiasi supporter Balikpapan yang memberikan empati dan doa kepada Aremania.
"Saya sangat salut dengan solidaritas seluruh perwakilan supporter se-Balikpapan yang diinisiasi Balistik. Kami berharap kejadian kemarin tidak terjadi dan terulang lagi. Kita pasti sangat pengutuk keras hal itu," ujar Juned.
Dirinya menuntut agar peristiwa itu diusut tuntas dan berharap kejadian itu yang terakhir. "Kami juga menuntut untuk mengusut tuntas dan kejadian ini semua berharap bahwa solidaritas dan persaudaraan ini akan selalu terjaga kedepannya sepanjang liga masih berlanjut semua bersaudara. Rivalitas tetap ada cukup 90 menit tidak ada diluar lainnya. Sangat miris sekali dan kami berharap tidak terulang." pungkasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur