Bukan laga mudah bagi Fachruddin Ariyanto dkk karena secara ranking, posisi negara tamu lebih di atas tuan rumah. Curacao saat ini ada di urutan ke-84 ranking FIFA, sementara Indonesia ada di posisi ke-155.
Posisi tim Merah Putih bisa naik empat strip kalau mampu mengalahkan Curacao.
Dilansir dari laman pssi.org Sabtu (24/9/2022) hari ini, Indonesia akan mendapat tambahan 14,82 poin dan membuat koleksi angka di ranking FIFA menjadi 1.033,28 poin. Tambahan 14,82 poin tersebut membuat mereka bisa naik empat tingkat ke posisi 151 dunia, melewati empat negara di yakni Republik Dominika (1.031 poin), Andorra (1.028 poin), Yaman (1.023 poin) dan Afghanistan (1.023 poin).
Karena itulah krusialnya laga ini membuat Shin Tae-yong akan memainkan skuad terbaiknya termasuk memanggil pulang pemain abroad. Egy Maulana Vikri hingga Elkan Baggott dipanggil pulang membela Indonesia.
"Sampai saat ini FIFA ranking Indonesia 155 dan Cuacao di posisi 84. Memang sangat tinggi jaraknya di banding Indonesia. Saya ingin melihat pemain dan berharap mereka bisa memperlihatkan permainan terbaik di uji coba nanti,” ujar Shin Tae-yong.
Laga ini jadi kesempatan bagus untuk timnas Indonesia melihat apakah skema tim berjalan. Apalagi Marc Klok dan kawan-kawan juga akhir tahun ini bakal menghadapi Piala AFF 2022. Dengan begitu, Shin memanfaatkan laga ini untuk melihat apa saja yang menjadi kekurangan timnas Indonesia nantinya saat melawan Curacao.
Mengakui berat untuk meraih kemenangan namun Shin Tae-yong tetap berjanji akan memberikan penampilan terbaik anak asuhnya terutama untuk suporter timnas yang datang ke stadion GBLA. "Memang Curacao lebih baik dari kami, tapi kami tetap akan siapkan tim ini dengan baik agar bisa memberikan kebahagiaan kepada penonton,” ujarnya.
Sementara pelatih Curacao Remko Bicentini mengaku tak mempermasalahkan hasil laga melawan timnas Indonesia. Apabila timnas Curacao kalah tentu mereka akan kehilangan banyak poin. "Dengan rangking saat ini kami tidak mempermasalahkannya jika kami harus kalah," kata Remko Bicentini.
Editor: Aspian Nur