Di depan enam ribu lebih pendukung mereka, Borneo FC sempat memimpin lewat gol Matheus Antonio Souza dos Santos alias Matheus Pato saat laga baru berusia tiga menit. Namun gol ke-9 pemain asal Brasil itu yang menempatkannya di daftar teratas top skor Liga 1 dibalas Ramiro Fergonzi dalam kemelut di depan gawang Borneo menit 49 injury time yang membuat skor 1-1 hingga turun minum.
Pada babak kedua, lagi-lagi Borneo FC mencetak gol cepat menit 50 atau lima menit laga berlangsung. Unggul 2-1, permainan Borneo FC mampu dibaca Laskar Cisadane yang menguasai area pertahanan lawan sampai akhirnya Elisa Basna mencetak gol penyeimbang menit 53 memanfaatkan bola rebound dengan sekali sepakan keras yang tak mampu dihalau kiper Angga Saputro yang kembali bermain setelah sembuh dari cedera.
Hasil imbang membuat Borneo FC gagal mempertipis jarak dengan Madura United di puncak klasemen. Anak asuh Milomir Seslija mengemas 19 poin, tertingga tiga poin dari Laskar Sapeh Kerap yang mengemas 22 poin, sementara Bali United, PSM Makassar serta Persija Jakarta di posisi ketiga, empat dan kelima berpotensi menggusur Hendro Siswanto dkk.
“Ini (hasil imbang) bukan masalah besar, karena kami masih mempunyai banyak pertandingan di depan,” kata Milomir Seslija usai pertandingan.
Ia mengapresiasi kinerja timnya setelah berhasil unggul lebih dulu di menit-menit awal. “Kami telah mencoba sekeras mungkin, tapi mungkin kali ini bola bukan untuk kami.Tidak ada kesalahan indvidu, ini error di lini belakang. Kami harus memperbaiki itu,” tegas pria asal Bosnia itu.
Pelatih Persita Tangerang Angel Alfredo Vera memuji semangat dan kerja keras para pemainnya. Menurut Alfredo, tidak mudah bisa membawa poin dari kandang Borneo FC dengan bukti hampir semua tim yang melakoni laga lawatan ke Samarinda harus pulang dengan tangan kosong alias menderita kekalahan.
"Kami beryukur masih bisa membawa hasil, meski hanya imbang namun patut kami syukuri," kata Alfredo
"Harus kami akui, kami telah melakoni laga yang berat, kami sempat tertinggal skor, namun kami bisa bangkit dan membalas ketertinggalan," kata Alfredo.
Disiplin jadi kunci keberhasilan timnya meredam Borneo FC dan tidak memberikan ruang kepada pemain lawan untuk berlama-lama dengan bola. "Kami bermain sangat kolektif, tidak terburu- buru dan cukup menguasai pertandingan, sejumlah peluang juga bisa kita dapatkan namun sayangnya tidak semua berhasil menjadi gol," jelas Alfredo.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Aspian Nur