Hasilnya, meski sempat tertinggal 0-1 dari Laskar Samber Nyawa, namun anak asuh Milomir Seslija tetap berhasil menang 2-1 hingga bubaran.
Persis Solo unggul lebih dulu usai Althaf Alrizky membobol gawang Pesut Etam di menit ke 36 babak pertama, disamakan via tendangan keras Jonathan Bustos lima menit berselang yang bertahan hingga jeda.
Dibabak kedua, Ahmad Nur Hardianto jadi supersub setelah mencetak gol via sundulan menit 59 dalam satu kali sentuhan bola menerima umpan matang Fajar Fatur Rahman dan menutup laga dengan skor 2-1 untuk kemenangan tipis tuan rumah pada pertandingan yang disaksikan putra Presiden Joko Widodo Kaesang Pangareb dan Wali Kota Samarinda H Andi Harun serta sembilan ribu lebih penonton yang hadir di stadion.
“Saya sudah katakan sebelumnya, ini akan menjadi pertandingana yang tidak mudah,” kata pelatih Borneo FC, Milomir Seslija usai tanding.
“Di Babak kedua kami memang bemain lebih baik. Lebih terorganisir dan disiplin. Memang sangat gila saat kami tertinggal lebih dulu, dan berhasil membalik keadaan,” lanjut pria berkebangsaan Bosnia tersebut.
Borneo FC unggul dari Madura United dengan 18 poin dari 7 laga yang sudah dilewati dengan hanya satu kekalahan sekaligus menjaga keangkeran Stadion Segiri.
Sementara pelatih Persis Rasiman mengakui anak asuhnya tak bisa memanfaatkan absennya dua pemain kunci Borneo, Javlon Guysenov dan Kei Hiroshe. “Secara taktikal kami diuntungkan dengan absennya dua pemain tuan rumah, tapi itu tak bisa dimaksimalkan dengan baik hingga akhir laga,” kata Rasiman yang menggantikan posisi Jacksen F Tiago sebagai pelatih kepala.
"Konsekuensi (high pressing) sepanjang pertandingan, Borneo akan lebih unggul dibabak kedua. Kebugaran jadi masalah kami karena harus melakukan perjalanan dari Jakarta melawan Bhayangkara FC ke Solo pulang terus berangkat lagi ke Samarinda. Tentunya, ini menguras tenaga kami. Saya rasa wajar jika Borneo unggul secara fisik," paparnya.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Aspian Nur