Pelatih Borneo FC Milomir Seslija mengaku puas dengan penampilan para pemainnya dan sudah mengevaluasi kegagalan dari lawan yang sama pada final Piala Presiden 2022 lalu sehingga bisa mendapatkan kemenangan.
"Saya sudah mengetahui masalah dalam tim saat final Piala Presiden 2022 lalu dan saya mencari solusi. Terbukti evaluasi berjalan efektif, bisa mencetak gol cepat, menunjukkan kami lebih baik dari Arema," tegas Milo, sapaan akrab Milomir Seslija, dilansir dari laman Borneofc.id.
Milo mengakui Arema tim bagus tapi dalam kondisi kurang bagus usai perhelatan Piala Presiden lalu. “Sebenarnya kondisi kami juga sama dengan Arema, krisis pemain karena tidak ada Javlon (Guysenov) dan (Jonathan) Bustos, tapi kami bisa memanfaatkan momentum dengan baik," ungkapnya.
Tiga poin menurutnya sangat penting untuk laga pembuka karena bisa menambah kepercayaan diri para pemain Borneo FC menghadapi laga selanjutnya di markas Barito Putera 30 Juli akhir pekan ini.
Pada laga tersebut, dua pemain andalan yakni Javlon dan Bustos harus absen karena cedera, sehingga Milo harus memaksimalkan pemain yang ada untuk meredam ambisi Arema FC yang berniat mencuri poin di Kota Tepian dengan dukungan Aremania yang hadir di Segiri. "Kami memberikan apresiasi kepada para suporter yang hadir untuk mendukung kami di pertandingan," sebut Milo.
Sementara pencetak brace untuk Borneo FC, Ahmad Nur Hardianto, mengaku puas karena telah ikut berkontribusi membawa kemenangan Pesut Etam. "Kami bersyukur bisa membalas kekalahan dengan Arema pada ajang Piala Presiden di liga, dan semoga hasil positif ini terus berlanjut, karena kami berharap bisa meraih kemenangan di laga selanjutnya," Nur Hardianto yang notabene mantan pemain Arema FC ini.
Sementara pelatih Arema FC Eduardo Almeida mengaku tak menyangka dua gol begitu cepat bersarang ke gawang timnya yang dijaga kiper Adilson Maringa. Namun, setelah tertinggal dua gol, pelatih asal Portugal itu meminta anak asuhnya untuk merespons.
“Ketika kami baru memulai pertandingan, kami sudah ketinggalan dua gol. Setelah itu, kami mencoba bereaksi, tapi nyatanya tidak ada hasilnya. Jujur, babak pertama kami bermain sangat buruk,” ungkap Almeida dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan petang kemarin.
Pria asal Portugal itu sudah berupaya mengubah komposisi pemain Arema pada awal babak kedua untuk mengejar ketinggalan dua gol dari Borneo FC.
Empat pemain yang bernaluri lebih menyerang dimasukkan, seperti Dedik Setiawan, Ilham Udin, Adam Alis, dan Hanis Saghara. Namun, bermain terbuka justru membuat gawang Arema kembali kebobolan di pengujung babak kedua lewat Sihran Amarullah.
“Tapi Borneo punya organisasi pertahanan bagus, tidak mudah kami untuk mencetak gol. Lalu, di akhir laga kami malah kebobolan lagi lewat tendangan bebas,” jelasnya.
Almeida meminta para pemain Arema segera melupakan kekalahan telak ini. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah mengalihkan fokus ke pertandingan selanjutnya.
“Inilah sepak bola, kami di sini kehilangan tiga poin, kini kami fokus ke laga selanjutnya,” pungkas pelatih berusia 44 tahun ini.
Editor: Aspian Nur