Bertanding di depan lebih dari 15 ribu penonton yang memenuhi Stadion Segiri sejak sore hari dengan terlebih dahulu dihibur penampilan Band Ungu dan penyanyi solo Judika pada pukul 19.30 WITA, Pesut Etam berhasrat mencetak gol cepat karena tertinggal 0-1 pada leg pertama yang mengharuskan mereka menjebol gawang lawan kalau ingin setidaknya menyamakan kedudukan.
Nyatanya, menguasai 70 persen laga tak membuat Borneo FC bisa mencetak gol, satu-satunya hal yang tak bisa mereka lakukan karena ketatnya pertahanan Singo Edan yang mendapat dukungan seribu Aremania malam tadi.
Hingga wasit Yudi Nurcahya meniup peluit panjang, tak ada gol tercipta dan Arema FC resmi meraih gelar juara dengan keunggulan 0-1, mendapatkan uang tunai Rp3 miliar. Dari lima kali perhelatan Piala Presiden, Arema tiga kali juara dengan dua gelar lainnya diraih Persib Bandung tahun 2015 dan Persija tahun 2018
Meski tidak juara, namun Borneo FC tetap bisa berbangga hati karena mereka selain jadi runner up dan mendapatkan hadiah uang Rp1,5 miliar juga mendapatkan penghargaan sebagai Tim Fair Play serta Top Skor untuk Matheus Antonio Souza dos Santos alias Pato dengan 6 gol sementara Pemain Muda Terbaik didapatkan Muhammad Fajar Faturahman.
Penyerahan hadiah untuk para juara diberikan Menteri Pemuda dan Olahraga H Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan serta Gubernur H Isran Noor.
Diluar penghargaan sebagai juara, penghargaan individual diberikan berdasarkan catatan dari Technical Study Group (TSG) panitia Piala Presiden 2022. Kipper Arema Adilson Maringa mencatat sejarah baru sebagai kiper pertama yang meraih penghargaan pemain terbaik karena hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen berlangsung.
Usai pertandingan, pelatih Borneo FC Milomir Seslija menyampaikan permohonan maaf untuk suporter Borneo FC namun ia turut mengapresiasi timnya lantaran sudah berlaga dengan maksimal dan melewati banyak hari untuk menjadi lebih baik. "Saya hanya bisa mengatakan maaf kepada seluruh supporter. Tapi kami harus berbangga dengan tim ini," kata Milo.
"Kami sudah bermain sangat bagus, terus menekan dan menciptakan banyak peluang, namun kami kurang beruntung karena Arema juga cukup sukses dalam mengawal lini pertahanan dari kebobolan," sebut pria asal Bosnia ini.
Milo juga memberikan catatan kalau saat ini tim Borneo telah menjelma menjadi tim yang sangat solid dan cukup ditakuti lawan, sehingga kekuatan ini bisa menjadi modal utama menghadapi kompetisi Liga 1. "Masyarakat Samarinda harus tetap bangga dengan Borneo FC, karena sudah mengalami perubahan yang demikian besar menjadi tim yang kuat dan selalu menampilkan permainan yang bagus dalam setiap pertandingan," sebut Milo.
Sementara pelatih Arema Eduardo Almeida mengucapkan ia terimakasih kepada Aremania atas dukungan penuh yang diberikan sehingga Arema FC bisa meraih gelar juara Piala Presiden 2022. "Saya ucapkan terima kasih kepada Aremania yang dating dan memberikan dukungan yang luar biasa,” kata Almeida.
Kunci kemenangan timnya menurut pria asal Portugal itu adalah work alias kerja. "Target kami adalah memenangkan turnamen ini. Kami tahu setiap tim sangat serius dalam kompetisi ini dan kami melakukan hal yang sama. Ini bagus bagi kami karena hasil kerja keras kami setiap hari," pungkas Almeida.
DAFTAR PENGHARGAAN
PIALA PRESIDEN 2022
Juara: Arema FC
Runner-up: Borneo FC
Tim Fairplay: Borneo FC
Top Skor: Mateus Pato (Borneo FC/6 Gol)
Pemain Muda Terbaik: M. Fajar Faturahman (Borneo FC)
Pemain Terbaik: Adilson Maringa (Arema FC)
Medali Untuk Perangkat Pertandingan Laga Puncak
Wasit : Yudi Nurcahya
DAFTAR PENGHARGAAN PIALA PRESIDEN 2022
Juara: Arema FC
Runner-up: Borneo FC
Tim Fairplay: Borneo FC
Top Skor: Mateus Pato (Borneo FC/6 Gol)
Pemain Muda Terbaik: M. Fajar Faturahman (Borneo FC)
Pemain Terbaik: Adilson Maringa (Arema FC)
Medali Untuk Perangkat Pertandingan Laga Puncak
Wasit : Yudi Nurcahya
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur