Ya, Borneo FC yang jadi tuan rumah pada pertandingan malam nanti meski kalah pada leg pertama 0-1 dimungkinkan jadi juara yang itu artinya menorehkan sejarah bagi mereka, mengangkat trofi untuk pertama kali. Sementara Arema FC sebagai tim tamu dengan modal kemenangan 1-0 bisa jadi tim pertama yang menorehkan sejarah mencetak hattrick alias tiga kali juara ajang pemanasan sebelum kompetisi resmi Liga 1 bergulir pekan depan.
Pada leg pertama di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, Jawa Timur empat hari lalu, Singo Edan menang tipis1-0 lewat gol sundulan Abel Camara menit 15. Dengan menahan imbang tanpa gol di leg kedua malam nanti, Arema bisa jadi juara ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2019, namun kalah kalah dengan selisih dua gol maka trofi akan diangkat oleh Pesut Etam.
Pelatih Borneo FC menegaskan tekad anak asuhnya untuk membalikkan keadaan pada pertandingan nanti.
"Kami akan menghadapi pertandingan final kedua, ini jadi pertandingan yang sangat sulit. tapi kami akan bermain dengan penuh kepercayaan diri dan berusaha yang terbaik," ujar Milo dalam jumpa pers jelang pertandingan Sabtu (16/7/2022) malam tadi.
Pemain harus kembali menunjukkan dedikasi, totalitas dan permainan berkarakter khas tim. Milo juga berharap dukungan penuh Pusamania untuk bisa menyalurkan energi dan doa terbaiknya di dalam lapangan nanti. "Saya sangat percaya diri apalagi dengan dukungan dari suporter kami. Yakin menang di kandang sendiri,” tegasnya.
Pelatih Arema FC Eduardo Almeida menegaskan target yang sama dengan tuan rumah, yaitu menang. Almeida mengaku akan menggunakan strategi apa saja untuk memenangkan pertandingan. "Ya kami hanya harus memainkan permainan kami sendiri dan mencoba untuk menang. Sekalipun harus parkir pesawat untuk bisa mewujudkannya," kata pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut
Arema FC sangat mewaspadai Borneo yang tak pernah kalah selama Piala Presiden berlangsung saat bermain di Stadion Segiri. “ Tapi kami tidak akan terpengaruh banyak pada rekor-rekor mereka, karena kami focus pada tim sendiri dan ingin juara,” sebutnya. “Kami mencoba melakukan yang sama lagi, yaitu bermain untuk kemenangan karena itulah target kami," sebutnya
Satu hal yang mengganggu Arema FC, juga Borneo FC, menurut Almeida adalah factor kebugaran. “Sama seperti Borneo, kami sama-sama tak memiliki waktu banyak untuk mempersiapkan diri jelang leg kedua ini. Tentu saja itu berpengaruh pada kondisi pemain di atas lapangan nanti,” ungkapnya.
Editor: Aspian Nur