Ya, Singo Edan jadi lawan yang harus dua kali dihadapi Pesut Etam dalam laga tandang dan kandang, 14 dan 17 Juli malam hari di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Segiri Samarinda.
Pada final pertama, bermain di kandang Arema FC jelas bukan hal mudah. Bermain imbang dihadapan ribuan Aremania saja sudah jadi sesuatu yang luar biasa bagi Diego Michiels dkk agar di leg kedua bisa lebih mudah.
Manajer Borneo FC Dandri Dauri menegaskan Borneo FC sama sekali tak gentar dan berambisi meraih hasil maksimal. “Kami tahu main di kandang tim dengan dukungan besar seperti Arema FC, bukan hal mudah bagi pemain. Tetapi berkaca pada hasil lawan PSS Sleman, pemain sama sekali tak terpengaruh dengan dukungan suporter lawan yang juga sangat besar,” ujar Dandri dilansir dari laman borneofc.id Rabu (13/7/2022) hari ini.
Dukungan Aremania justru menjadi motivasi pemain untuk beraksi lebih maksimal di lapangan dan Dandri menyatakan optimisme diusung tinggi Borneo FC jelang laga leg pertama ini.
“Yang pasti kami ingin mencuri kemenangan di kandang Arema FC. Jujur, imbang pun kami anggap kalah di pertandingan nanti. Kami tak sesumbar, tetapi kami yakin bisa melakukannya. Ada waktu 90 menit di Malang untuk membuktikan kami bisa melakukannya,” sebut Dandri.
Dukungan motivasi akan diberikan Wali Kota Samarinda H Andi Harun yang dikabarkan akan terbang ke Malang menyaksikan laga ini.
“Ini sejarah bagi sepak bola Samarinda, karena wali kota langsung datang ke stadion lawan untuk memberikan dukungan,” tegasnya.
Dandri juga berharap doa dan dukungan dari warga Samarinda untuk perjuangan tim di final leg pertama nanti.
“Beri kami semangat dengan doa dan dukungan di pertandingan nanti. Insya Allah pemain akan memberikan yang terbaik bagi warga Samarinda,” ucap Dandri.
Skuat Borneo FC sendiri sejak kemarin sudah berangkat ke Malang. Ahmad Amiruddin, asisten pelatih Pesut Etam saat dikonfirmasi mengatakan, setelah pertandingan lawan PSS Sleman di Stadion Segiri seluruh pemain yang bertanding diminta langsung istirahat di hotel karena pemulihan kondisi hal paling utama.
“Jadwalnya sangat ketat, perlu fisik dan kebugaran prima, karena itu pemain diminta langsung istirahat setelah melawan PSS karena kami harus berangkat ke Malang,” jelas Amir.
Pada final leg pertama ini Borneo FC membawa jumlah pemain lebih banyak dibandingkan saat melawan PSS Sleman di leg pertama semi final. Kali ini Borneo FC memberangkatkan 24 pemain.
Jumlah pemain sengaja lebih banyak untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan jelang pertandingan. “Saat ini kami masih menunggu proses kesembuhan Jonathan Bustos. Kami belum tahu apakah Bustos bisa dimainkan atau tidak melawan Arema FC nanti,” ungkapnya.
Namun Amir berharap pemain pengganti jika Bustos tak bisa dimainkan, mampu menjalankan perannya dengan baik. “Saat bertemu Sleman, Sultan Samma bisa berperan sebagai pengatur irama permainan. Bahkan Sultan memberi assist atas gol kedua. Kami berharap di Malang seluruh pemain siap memberikan kemampuan terbaiknya, karena tangga juara tinggal setapak untuk dilewati,” harapnya.
Editor: Aspian Nur