Empat gol kemenangan Borneo FC pada pertandingan dibawah gerimis hujan itu dicetak masing-masing oleh Matheus Antonio De Sausa Santos alias Pato menit 15, Stefano Jantje Lilipaly menit 45, pemain yang baru masuk Muhammad Sihran Amarullah menit 53 dan gol penutup Diego Robbie Michiels menit 65.
Satu pemain PSS Sleman yaitu M Rifky Suryawan harus mandi lebih cepta di laga ini karena mendapat kartu merah dari Ruli wasit asal Jawa Timur.
Partai final yang dihelat masih dengan format home and away bakal berlangsung ketat dan menarik. Pasalnya, ini untuk kedua kalinya setelah tahun 2017 atau lima tahun silam mereka bersua di partai puncak ajang yang sama.
Bayang-bayang kelam menaungi anak-anak dari Kota Tepian, karena pada final 2017 itu secara telak mereka kalah dari Singo Edan 1-5 kala masih bernama Pusamania Borneo FC, ditangani pelatih Iwan Setiawan.
Namun final kali ini tentu berbeda. Borneo FC tak sekadar mengusung misi balas dendam alias revans terhadap tim berambisi back to back merengkuh gelar turnamen pramusim Liga 1 ini secara beruntun, 2017 dan 2019 tapi juga mengincar sejarah.
Ya, Borneo FC ingin mengangkat trofi ajang tur pramusim ini pertama kalinya sejak bergulir tahun 2015 silam, sementara sang lawan memiliki ambisi yang sama dengan asa hattrick juara.
Menariknya, Milomir Seslija merupakan pelatih yang menangani Arema FC saat juara di tahun 2019 silam sebelum akhirnya turnamen tak digelar karena pandemic Covid-19 selama dua tahun.
Selain reuni Milo, ada mantan pemain Arema di kubu Borneo FC, sebut saja Hendro Siswanto, pemain yang dibesarkan di klub dari Kota Malang, Jawa Timur itu. Diego Michiels bahkan pernah memperkuat Arema, begitu pula Nurdiansyah dan Ahmad Nur Hardianto.
Partai final leg pertama akan berlangsung Kamis (14/7/2022) malam nanti di Stadion Kanjuruhan sementara leg kedua di Stadion Segiri hari Minggu (17/7/2022) malam sekaligus penyerahan trofi untuk sang juara turnamen ini.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur