Merespons positif hal itu, manajemen Borneo FC memutuskan untuk menurunkan HTM tersebut. VIP harga tiketnya jadi Rp150 ribu sementara ekonomi Rp75 ribu untuk dua pertandingan.
Manajer Borneo FC Dandri Dauri mengakui mereka banyak menerima masukan dari warga Samarinda terkait HTM untuk turnamen tersebut.
“Terus terang setelah kami umumkan harga tiket, kami dari manajemen Borneo khususnya saya pribadi banyak mendapat DM (Direct Massage) di media sosial saya. Mayoritas mereka mempertanyakan soal harga tiket yang cukup tinggi,” jelas Dandri dilansir dari laman Borneofc.id Senin (6/6/20220 hari ini.
Atas dasar itulah akhirnya manajemen mengadakan rapat Kembali. Atas keinginan Presiden Borneo FC Nabil Husien Said Amin, diputuskan untuk menurunkan harga tiket tersebut.
“Kami selalu menerima aspirasi dari masyarakat terutama Samarinda untuk perkembangan Borneo FC, termasuk soal harga tiket tersebut. Itulah sebabnya kami akhirnya memutuskan untuk memangkasnya,” ujar Dandri.
Dandri berharap warga Samarinda bisa hadir di Stadion Segiri untuk mendukung Borneo FC secara khusus, serta mendukung pelaksanaan turnamen pra musim yang pertama kali digeber di Kota Tepian tersebut.
“Kami sih berharap setelah kami memenuhi keinginan penonton dan suporter, mereka benar-benar hadir memberikan dukungan,” paparnya.
Manajemen dalam hal ini panitia pelaksana juga banyak mengeluarkan biaya untuk semua fasilitas empat tim tamu, yakni Rans Nusantara FC, Madura United, Barito Putera serta Persija Jakarta karena panitia dibebani menanggung biaya akomodasi, konsumsi dan transportasi tim selama berada di Kota Tepian.
“Artinya kami butuh kerjasama pula dengan penonton dan suporter untuk perhelatan besar ini,” harap Dandri.
Editor: Aspian Nur