Selain itu, dua “winger” Yogi Rahadian dan Hendra Adi Bayauw dipastikan tidak bisa bermain lantaran harus menjalani larangan satu kali tampil, karena akumulasi kartu kuning. Sedangkan “winger” lainnya Septian David Maulana masih menjalani libur usai mempersembahkan medali perunggu bagi tim nasional Indonesia U-22 di Malaysia.
Lainnya adalah sang kapten, Bayu Pradana Endriatmoko. Pemain asal Salatiga, Jawa Tengah ini harus memenuhi panggilan Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior, Luis Milla saat menjalani uji coba internasional, ketika menjamu Fiji, Jumat (2/9) lalu.
Bahkan, jauh sebelumnya ada dua nama yang terpaksa menepi, yakni kiper Gerri Mandagi dan Joko Ribowo. Itu sebabnya Pelatih Kiper Joice Sorongan terpaksa harus ‘turun gunung’ untuk mengawal gawang Naga Mekes hingga empat laga terakhir ini.
Sukardi mengaku sempat dilema sebelum laga berlangsung, karena harus menghadapi krisis pemain yang menerpa Mitra Kukar. Namun pelatih yang akrab disapa Kardok ini tidak putus asa dan memberikan motivasi terhadap anak asuhnya agar moral bermainnya meningkat. Hasilnya cukup efektif, akhirnya anak-anak Mitra bisa meraih poin penuh walaupun dengan skuat yang bisa dibilang sangat terbatas.
“Situasi saya sangat sulit karena pemain hampir 9 orang tidak ada. Kepada anak-anak sudah saya katakan, di Liga ini tidak ada pemain yang tidak inti, semuanya inti. Jadi yang sisa pun itu pemain inti,” kata Kardok usai laga.
Ditanya apa ‘resep’ yang diberikan pada saat turun minum sehingga pemain Mitra bisa membalikkan keadaan di babak kedua, ternyata dia mengaku tidak banyak yang ia berikan. Kardok hanya menginstruksikan terhadap pemainnya untuk lebih berani menekan sang tamu.
“Kalau saya amati pertandingan tadi (babak pertama, Red) mereka (pemain Mitra, Red) tidak berani menekan saja. Jadi babak kedua harus lebih menekan. Masalah kalah dan menang, itu belakangan. Yang penting kita tuan rumah jangan sampai ditekan. Kita tekan terus mereka, jangan mau kalah, karena saya lihat stamina mereka sudah kendor,” pungkasnya. (ale)