Diwarnai transisi pelatih dari Risto Vidacovic ke Fakhri Husaini medio Januari 2022 lalu dan Fakhri ke duet Ahmad Amiruddin dan Miftahudin Mukson, perjalanan panjang yang dilewati tim dari Kota Tepian terbilang cukup lumayan karena mampu bersaing dengan klub-klub elite seperti Persija Jakarta atau PSM Makassar yang terbiasa berada di papan atas.
Kemenangan 2-1 atas Persebaya pada partai pamungkas Rabu (30/3/2022) malam lalu membuktikan Borneo FC dengan kekuatan yang ada layak diperhitungkan, terlebih mereka mampu mengalahkan Persija Jakarta dan Persebaya back to back alias dua kali dalam satu musim.
Meski hanya menangani tim di satu pertandingan namun Miftahuddin Mukson merasa bangga karena Borneo bisa menang dari Bajul Ijo. "Saya bangga dengan pemain karena mereka mampu membuktikan bisa kembali meraih kemenangan sekaligus memberikan kebahagiaan kepada fans di pertandingan terakhir,” ujar Miftahuddin dilansir dari laman resmi borneofc.id Kamis (31/3/2022) hari ini.
Dukungan manajemen tim membuat pemain tampil luar biasa saat menghadapi Persebaya. "Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi di kompetisi berikutnya dengan melakukan persiapan yang cukup memadai," harapnya.
Skuat Borneo FC sendiri memulangkan pemainnya setelah laga terakhir kemarin dan bakal memanggil lagi pemain yang dianggap bisa dipertahankan. Dari akun media social Instagram mereka, fans Borneo FC menyebut satu nama yang layak dipertahankan, yaitu Jonathan Ezequiel Bustos, pemain asing asal Argentina berusia 27 tahun.
Pemain yang bisa beroperasi di sayap kanan dan kiri ini kerap jadi pembeda dalam tim. Golnya ke gawang Persiraja Banda Aceh bahkan disebut-sebut sebagai gol terbaik karena pemain dengan nilai transfer mencapai Rp5,21 miliar versi transfermark itu melakukannya setelah melewati enam pemain Laskar Rencong termasuk sang kiper Aji Bayu.
Wajar kalau banyak yang berharap pemain yang akrab disapa Jony itu bisa dipertahankan manajemen tim musim depan.
Editor: Aspian Nur