Sesaat sebelum meninggal, Akhyadi yang berusia 57 tahun sempat ikut bermain sepakbola persahabatan antar OPD yang diinisiasi oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kukar di Stadion Rondong Demang, Tenggarong.
Benny S, rekan kerja almarhum yang ikut dalam pertandingan tersebut mengatakan, almarhum diketahui tidak pernah mengeluhkan sakit selama ini.
“Kemarin pertandingan torneo sepakbola, Dinas Perkim jadi tuan rumah, diikuti tim dari Setkab Kukar dan BPBD. Baru menit ke-8 beliau berjalan menuju pinggir lapangan, tiba-tiba terduduk terus pingsan,” kata Bam, sapaan akrab Benny kepada Korankaltim.com, Rabu (23/2/2022) pagi ini.
Akhyadi langsung dibawa ke RSUD AMP Tenggarong Seberang, namun dinyatakan meninggal dunia. Bam yang cukup akrab dengan almarhum mengungkapkan dirinya tidak pernah tahu apakah almarhum ada penyakit atau hal lainnya apa, yang ia tahu almarhum sudah sejak muda terkenal sebagai pemain sepakbola legendaris di Kukar dan mendapat julukan Amad Dunga.
“Tidak tahu beliau ada riwayat penyakit apa, yang pasti almarhum itu pemain bola bahari, sudah sejak muda memang dikenal sebagai pesepakbola asli putra daerah. Julukannya Amad Dunga sama seperti pemain tengah legendaris milik Timnas Brasil tempo dulu Carlos Dunga,” ungkapnya.
Bam yang juga Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kukar ini turut berbela sungkawa dan berduka cita mendalam atas wafatnya Akhyadi.
“Atas nama pribadi dan perwakilan pengurus Askab Kukar turut berduka cita dan semoga Amad Dunga husnul khatimah dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi takdir illahi ini, infonya beliau dikebumikan di pemakaman belakang PDAM Sukarame,” ujar Bam.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur