Apalagi kalau bukan karena penampilan luar biasa anak asuh Shin Tae-yong selama AFF Cup 2020 berlangsung. Diominasi pemain muda dan tak diunggulkan lolos dari fase penyisih grup, nyatanya Evan Dimas dkk sukses menembus partai puncak dengan performa yang tak biasa.
Permianan spartan, menyerang sejak menit awal dan tak berhenti berlari sepanjang laga jadi pembeda performa timnas Indonesia tahun ini yang sejatinya hanya memiliki persiapan sekitar enam bulan sebelum berangkat ke Singapura.
Tampil sebagai juara Grup A, Indonesia melewati laga epic pada fase semi final melawan tuan rumah Singapura dan menang dramatis aggregate 5-3 untuk tampil di final melawan Thailand dengan hasil yang meski mengecewakan, kalah 0-4 dan imbang 2-2, namun apresiasi tinggi tetap diberikan semua orang yang melihat permainan ciamik Witan Sulaiman, Asnawi Mangkualam Bahar, Egy Maulana Vikri, Irfan Jaya, Fachruddin Arianto dan pemain lainnya.
Presiden Joko Widodo pun meyampaikan rasa bangganya akan performa Indonesia. “Selamat kepada Thailand yang tampil menjadi juara Piala AFF 2020 malam ini.
Bagi Timnas Indonesia, kalian sudah berjuang dengan gigih dan sportif. Meski belum juara, saya dan seluruh rakyat Indonesia tetap bangga atas perjuangan Anda semua,” tulis sang kepala negara di akun media sosial Instagram dan Facebook usai final AFF Cup 2020 Sabtu (1/1/2021) malam tadi.
Menteri BUMN Erick Thohir meski tak secara gamblang namun menyiratkan rasa bangga dengan pencapaian Indonesia. “Leg demi leg telah dilewati dengan determinasi tinggi. Selamat atas prestasi Timnas di Piala AFF 2020. #KitaGaruda #MeraihImpian,” tulis Erick Thohir.
Bahkan pelatih Thailand Alexandre Polking melihat masa depan cerah di skuat Indonesia saat ini. "Saya yakin Indonesia akan memiliki masa depan cerah, dilihat bagaimana mereka bermain," kata pelatih yang akrab disapa Mano ini.
Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan mengapresiasi kinerja Shin Tae-yong dan memberi sinyal mempertahankan Shin Tae-yong sebagai pelatih.
"Saya percaya akan masa depan tim ini, khususnya para pemain muda. Di tangan Shin Tae-yong, tim akan semakin matang. Percaya dengan proses dan kita tinggal tunggu hasilnya," kata Iwan Bule.
Bersama pria asal Korea Selatan itu, Iwan Bule yakin Indonesia bakal merasakan titel juara Piala AFF.
”Mereka masih muda. Rata-rata pemain berumur 23,7 tahun. Masa depan pemain-pemain ini masih panjang. Saya percaya ke depan mereka akan tampil sebagai juara," tegasnya.
Shin Tae-yong sendiri tidak merasa kecewa berat dengan kegagalan timnya juara. “Jelas-jelas para pemain kami masih muda, jadi kelihatan juga di leg pertama (final Piala AFF 2020) kurangnya pengalaman pemain kami, tapi leg kedua kami bermain baik meski hasilnya imbang,” kata Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong berharap ke depannya para pemain Indonesia bisa menggali pengalaman lebih di berbagai turnamen. Shin Tae-yong percaya, hal ini dapat meningkatkan mentalitas juara para pemainnya. “Berdasarkan pengalaman-pengalaman seperti ini, kami pasti bisa maju ke depan, masih ada turnamen-turnamen (lainnya) tahun ini,” lanjut Shin Tae-yong.
Terlepas dari itu, meski tak juara namun Indonesia memang patut berbangga karena dengan pemain muda berhasil mendapatkan gelar selain juara kedua, yaitu Fair Play Award yang diterima Evan Dimas di atas panggung, The Best Young Player diberikan kepada pemain PSIS Semarang Pratama Arhan dan Man of The Match di laga Indonesia vs Thailand yaitu Ricky Richardo Kambuaya. Untuk Kambuaya, ini jadi yang kedua bagi pemain Persebaya itu menjadi pemain terbaik setelah di fase penyisihan grup juga mendapatkan telepon genggam dari sponsor usai laga Indonesia melawan Kamboja.
Selanjutnya, mayoritas pemain timnas Indonesia kembali berlaga di level regional, tepatnya di Piala AFF U-23 yang berlangsung pada 14-26 Februari 2022 dan memburu gelar juara di ajang yang dilangsungkan di Kamboja ini.
Editor: Aspian Nur