Di Stadion Barnabas Youwe Sentani Jayapura, tim Kaltim yang ditangani pelatih Rahmad Hidayat dan Victor Simon tertinggal 0-1 dari Aceh lewat gol Riza Ricky menit ke-6. Kaltim menyamakan skor menit 25 lewat Muhammad Rifaldi bahkan sebelum turun minum anak-anak dari Benua Etam berhasil unggul 2-1 setelah Agus Santoso mencetak gol kedua menit 33.
Pada babak kedua, strategi Rahmad Hidayat meminta anak asuhnya bermain bertahan jadi blunder.
Aceh yang ditangani mantan pelatih tim PON XVII/2008 Kaltim, Fachry Husaini berhasil menyerang dari semua lini yang membuat mereka menambah dua gol menit 50 dari sepakan Akhirul Wadhan dan gol bunuh diri pemain belakang Kaltim Muhammad Rizky Ramadhan menit 70.
Keunggulan produktivitas gol dari Sulut membuat Kaltim lolos sebagai runner up dan Aceh di posisi teratas.
Di Grup C semua tim memiliki poin 3 karena Sulut menang 2-1 dari Aceh, Kaltim menang 1-0 dari Sulut dan Aceh menang dari Kaltim 3-2 sehingga produktivitas gol jadi penentu.
Usai laga, Rambo sapaan akrab Rahmat Hidayat, kepada media ini mengatakan strategi bertahan di babak kedua tak diimbangi pemain yang ada di lini belakang. Koordinasi pressing lemah, membuat pemain Aceh berhasil menekan dan mencetak gol.
"Pemain belakang agak lemah dan pressing tidak ketat, makanya tim lawan bisa masuk dengan mudah," kata Rambo dikonfirmasi Selasa (5/10/2021) hari ini.
Soal gol bunuh diri dan membuat tim lawan menang, Rambo menyebutkan jika kondisi lapangan yang tidak rata menjadi penyebabnya. "Pantulan bola tidak bisa ditebak, akibat permukaan lapangan yang tidak rata," kilahnya.
Meski tak menjadi pemenang dalam group C, ia mengaku tetap bersyukur, karena anak asuhnya tersebut, tetap lolos ke babak 6 besar.
"Untuk permainan di 6 besar, strateginya, kami sudah mengamati permainan semua. Jadi, kami tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi tim lawan," terangnya.
Rambo akan membenahi lini belakang yang masih kurang maksimal. "Lini belakang, koordinasi yang kurang, sehingga pertahanan mudah masuk, itu jadi evaluasi kami,” tegasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur