“Kami harus bangkit untuk pertandingan berikutnya, tidak boleh lagi merenungi hasil kemarin. Kami harus jadikan pertandingan melawan Persik pemicu agar lebih baik lagi dipertandingan berikutnya,” kata Sultan dikutip dari laman resmo Borneofc.id.
Sultan yang dipercaya menjadi starter di laga lawan Persik mengaku, dirinya dan pemain lain sudah berusaha semaksimal mungkin namun pertahanan Persik disebutnya sangat kuat. Tapi dirinya ingin lebih maksimal lagi dalam bermain agar ada cara lain membongkar pertahanan lawan.
“Pasti pelatih sudah mengevaluasi hasil pertandingan kemarin dan sudah menyiapkan formula untuk membongkar pertahanan lawan dan mengokohkan pertahanan. Yang pasti itu menjadi tugas kami sebagai pemain,” tegas putra asli Samarinda ini.
Sultan yang sukses merebut medali perunggu untuk kontingen Kaltim di PON XVII/2008 menambahkan, kompetisi musim ini masih sangat panjang dan masih banyak kesempatan membenahi tim. “Sekarang kami hanya fokus untuk pertandingan terdekat, agar bisa meraih hasil lebih baik lagi,” tutupnya.
Skuat Borneo FC sendiri sedang bersiap menghadapi Barito Putera Banjarmasin Jumat (17/9/2021) malam nanti pada pekan ketiga. Jelang pertandingan tersebut, kondisi gelandang asal Argentina Jonathan Bustos memperlihatkan grafik menggembirakan.
Sakit yang diderita Bustos di bagian ibu jari kaki, dinyatakan sudah tak masalah. “Kondisi Bustos saat ini sudah sangat baik. Dia sudah mengikuti latihan penuh dan tidak ada kendala dan Insya Allah dia siap dimainkan di laga berikutnya,” papar Amir.
Ketidaaan Bustos melawan Persik memang membuat permainan Borneo FC tak berkembang dengan baik. Imbasnya, serangan menjadi monoton dan tak banyak peluang dihasilkan sepanjang pertandingan.
“Tapi seperti saya katakan tadi, melawan Barito Putera dia sudah bisa kami mainkan,” tambahnya.
Secara mental seluruh pemain juga dalam kondisi. “Kami semua sepakat harus bangkit untuk meraih kemenangan. Apalagi pertandingan berikutnya menghadapi Derby Papadaan, melawan Barito Putera yang jadi gengsi Kalimantan,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur