Bochi, sapaan akrab Boaz, sejatinya jadi incaran banyak klub baik Liga 1 maupun Liga 2 di Indonesia setelah kabar dirinya tak lagi bersama Persipura tersiar. Rans Cilegon United dan Dewa United dari Liga 2 serta Persija Jakarta dan PSM Makassar tim Liga 1 dikabarkan mendekati Bochi, sampai akhirnya mereka “patah hati” karena si pemain berusia 35 tahun itu berlabuh di Borneo FC.
“Kehadiran Boaz sama sekali di luar perkiraan kami sebelumnya. Saat tim ini dibentuk, kami sama sekali tak menyangka kalau Boaz akan bergabung dengan kami,” ujar COO Borneo FC Ponaryo Astaman dilansir dari laman resmi Borneofc.id.
Farid Abubakar selaku manajer tim mengaku kesempatan mendatangkan Boaz terbuka lebar setelah si pemain tak lagi bersama Persipura. Terlebih Boaz pernah membela Borneo FC dua kali di turnamen pra musim Piala Presiden tahun 2015 dan 2018 silam.
“Kami punya hubungan baik dengan Boaz selama ini. proses mendatangkannya tak sulit, karena kami tahu bagaimana Boaz dan Boaz juga tahu bagaimana tim ini,” beber Farid. Dengan durasi kontrak selama dua musim, Boaz mengaku ingin memberikan semua kemampuannya pada tim yang dibelanya saat ini.
“Terima kasih saya sudah diterima di tim ini. Borneo FC bagi saya adalah keluarga dan saya sudah mengenal baik tim ini, terlebih Presiden Klub Nabil Husein. Saya akan memberikan yang terbaik dan berusaha membawa tim ini menjadi juara,” tegas kepada wartawan saat diperkenalkan kemarin.
Dalam perjalanan karirnya, Bochi bergabung bersama tim junior Persipura sejak tahun 2002, setelah itu meneken kontrak profesional pertamanya di usia 19 tahun.
Pria kelahiran Sorong, Papua Barat itu lantas membawa klubnya menjuarai Liga Indonesia di musim debutnya pada tahun 2005. Saat Ligina berganti menjadi Indonesia Super League atau ISL, Boaz kembali mengantarkan Persipura menjadi juara pada musim 2008/09, 2010/11, dan 2013.
Boaz menegaskan keputusannya bergabung dengan Pesut Etam di Liga 1 2021/22 tidak akan mengganggu perannya sebagai duta pekan olahraga nasional (PON) XX 2020 Papua. Dilansir dari goal.com, sebelum bergabung dengan Borneo FC, Boaz telah ditunjuk panitia lokal PON XX sebagai duta, mengingat ia merupakan salah satu tokoh olahraga disegani di Papua.
PON XX direncanakan digulirkan pada Oktober mendatang dari agenda semula tahun lalu akibat pandemi virus Corona. Status Boaz sebagai duta PON XX tentunya membuat sang pemain berpotensi absen di beberapa pertandingan Borneo FC.
Kendati demikian, Boaz menyatakan hal itu tidak menjadi masalah, karena sudah membicarakannya dengan manajemen. “Soal saya menjadi duta PON, saya sudah sempat berkomunikasi dengan manajemen tim Borneo FC karena ada beberapa kegiatan yang saya ikuti terkait dengan PON di Papua,” ujar Boaz.
Boaz pun berharap agar Liga 1 2021/22 dapat digulirkan secepatnya. Kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia terancam kembali mengalami pengunduran bila Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Pulau Jawa dan Bali diperpanjang. “Untuk masalah liga berjalan atau tidak, saya serahkan kepada PT Liga dan PSSI agar bagaimana secepatnya menjalankan liga. Saya berharap liga bisa bergulir kembali,” ucap Boaz.
Editor: Aspian Nur