Laga digelar di daerah Jawa karena PSSI memang sudah memastikan Liga 1 dipusatkan tidak menggunakan sistem home and away.
Laga melawan Persebaya pastinya bakal berlangsung menarik. “Kami sudah mendapat jadwal pertandingan dari pihak operator dan lawan pertama adalah Persebaya. Ini akan menjadi awal berat, karena kami semua tahu bagaimana kualitas Persebaya,” ujar Farid Abubakar manajer Borneo FC dikutip dari laman resmi borneofc.id.
Di musim ini Pesut Etam akan menjadi tim musafir di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek) dan Bandung.
Tak bermain di kandang dipastikan tak hanya dialami Borneo FC. Sebab tim-tim asal Jawa pun tak akan bermain di rumah mereka, meski seluruh pertandingan dimainkan di Pulau Jawa. "Nantinya dalam setiap pertandingan kami akan selalu berpindah tempat. Untuk bulan Juli hingga Agustus ini, kami akan berkutat di daerah Jabotabek dan Bandung. Ini jelas jadi kompetisi yang sulit. Tapi hal tersebut tak hanya dialami Borneo FC, tetapi seluruh tim di musim ini,” papar Farid.
Tak bermain di kandang sendiri jelas merugikan. Sebab secara finansial pengeluaran tim akan bertambah dari beberapa sisi. Namun dijelaskan Farid, Borneo FC sudah sangat siap dari sisi manajemen dan tim. Ia pun berharap tak ada perubahan jadwal pertandingan seperti musim-musim sebelumnya.
"Sampai sekarang belum ada perubahan terkait jadwal kompetisi. Yang pasti kami sudah siap menghadapi musim yang berat ini. Tanpa bermain di kandang sendiri pastinya jadi sesuatu yang berbeda apalagi kami yang berada di luar Jawa. Sebab kami harus menyiapkan beberapa item seperti tempat latihan dan lainnya dan itu sudah pasti menambah pengeluaran tim di musim ini,” tegas Farid.
Editor: Aspian Nur