Wajar kalau ketajaman lini depan pun jadi pertanyaan mengingat di posisi itu ada nama-nama Terens Owang Puhiri, pemain naturalisasi Guy Juniors dan pemain asal Brasil Francisco Torres disokong pemain dari lini kedua yang tak kalah impresifnya.
Asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin mengakui kalau lini depan memang masih lemah dalam penyelesaian akhir. “Kami bisa menguasai jalannya pertandingan di setiap uji coba, tetapi kami harus menunggu sampai menit akhir untuk mencetak gol. Masalahnya memang ada di lini depan dan itu harus dibenahi,” kataAmir dikutip dari laman resmi borneofc.id.
Namun meski barisan penyerang kurang produktif, Amir memastikan evaluasi diberikan untuk semua lini. "Evaluasi akan kami lakukan secara keseluruhan tapi ada beberapa sektor yang menjadi prioritas. Selain para pemain depan, koordinasi di belakang juga belum padu,” ungkapnya.
Saat menghadapi Persita di lapangan Yogyakarta International School (YIS), Borneo FC tertinggal 1-0 dari gol Ahmad Nur Hargianto dan baru bisa dibalas satu menit jelang bubaran dari Guy Junior.
Playmaker Borneo FC Sultan Samma menyatakan performa Borneo FC meningkat secara bertahap karena ada pemain yang baru saja bergabung dalam pemusatan latihan (TC) yang digelar di Yogyakarta.
“Kami belum menemukan performa puncaknya soal pemahaman taktik lantaran beberapa pemain anyar baru saja bergabung sejak TC di Yogyakarta. Yang pasti tetap ada kemajuan signifikan,” tegas putra asli Samarinda ini.
Setelah Persita Borneo FC berencana menghadapi Barito Putra Banjarmasin sebagai uji coba terakhir sekaligus pembuktian seberapa jauh kemajuan yang dicapai, baik dari level fisik, teknik, maupun taktik.
"Uji coba terakhir melawan Barito bagus buat kami untuk melihat bagaimana tim ini berkembang. Baik taktik maupun fisik. Persiapan (menuju Liga 1) praktis menyisakan satu bulan saja. Kami harus siap," tegas Sultan
Editor: Aspian Nur