Kekhawatirannya bukan tanpa alasan karena mayoritas penghuni skuat Pesut Etam adalah seorang muslim yang tentu wajib berpuasa sebulan penuh. Pola tidur dan makan akan berubah dan pastinya memengaruhi kondisi fisik para pemain.
"Harus terus jaga kondisi, apalagi ada jeda yang panjang dan masuk bulan Ramadan. Kami semua enggak mau kondisi yang sudah dibentuk ini hancur begitu saja. Makanya tiap hari sudah ada jadwal latihan mandiri saat latihan dimulai lagi," kata Sihran dikutip dari website resmi borneofc.id.
Menurutnya, kondisi fisik para penggawa Borneo FC Samarinda saat ini sudah cenderung baik karena program peningkatan fisik yang dijalani sebulan penuh sebelum berangkat ke Malang untuk mengikuti Piala Menpora 2021.
Masalahnya, mencapai level ideal itu lebih mudah ketimbang mempertahankannya. Maka yang lebih penting saat ini, para pemain harus punya komitmen menjaga diri masing-masing agar sekembalinya tim berkumpul nanti, pelatih bisa melanjutkan program latihan ke sesi teknik dan taktik. Ketimbang kembali membentuk fisik pemain.
Sihran juga berharap, usai Piala Menpora dan Lebaran Idulfitri. regulator bisa menggelar Liga Indonesia, sesuatu yang sudah lama dinantikan klub, pemain, dan suporter.
"Kondisi pemain di Piala Menpora kemarin juga bagus, di waktu yang mepet seperti itu secara fisik tak kedodoran dan enggak ada pemain yang kram. Semoga di tengah latihan kita nanti, sudah ada titik cerah dari PSSI dan operator terkait kapan kompetisi ini digelar. Kompetisi yang kita nanti-nantikan," tutup Sihran.
Editor: Aspian Nur