Melalui unggahan instastory miliknya, Nabil mengungkapkan rasa tidak puas dan kecewanya tersebut. “Maaf tidak ada tolerance (toleransi). Berbenah untuk yang tidak siap secara mentality (mental),” tulis Nabil.
Kalimat Nabil itu bisa jadi tanda bakal adanya pencoretan di dalam tim terutama pemain yang dianggap tidak mampu memenuhi keinginan manajemen tim.
Sejatinya tak hanya Nabil yang kecewa, fans berat Borneo FC pun tak puas dengan penampilan tim dari Kota Tepian yang dianggap tak tajam di lini depan dan rapuh di barisan pertahanan.
Dalam kesempatan lain dikutip dari website resmi borneofc.id, Nabil menegaskan bakal adanya perubahan dalam tim. “Tetap harus ada perubahan skuad ketimbang tenggelam dan larut,” sebutnya.
Mario Gomez sendiri sejak awal sudah menyatakan kalau Piala Menpora 2021 jadi kesempatan menguji kekuatan timnya dan mencoba pemain yang ada terutama yang berusia muda. “Saya akan memberikan kesempatan dan pengalaman bagi pemain muda di turnamen ini. Buat saya, memberikan kesempatan bagi pemain muda adalah satu hal yang luar biasa dan saya puas, karena mampu memberikan pengalaman bagi banyak pemain muda,” papar Gomez.
Hanya saja dipastikan Gomez tetap ada evaluasi dan tidak menutup kemungkinan manajemen tim bakal mencari pemain baru untuk Liga 1 mendatang.
“Turnamen ini memang dijadikan eksperimen sebagai ajang mencoba pemain. Di Liga 1 ada kemungkinan mendatangkan pemain lagi, terutama di posisi playmaker,” sebutnya.
Kekalahan telak dari Persija sepertinya bisa dimaklumi mengingat saat itu Borneo FC tampil tanpa beberapa pemain utama dan mengandalkan pemain muda yang baru pertama kali merasakan atmosfer sepakbola nasional.
Legion asing Amer Bekic absen karena cedera, sementara Hendro Siswanto dan Nuriddin Davronov juga tak bisa bermain. Gomez pun memasang pemain muda seperti Komang Teguh, Ahmad Surahman, Rabani dan Muhammad Ilham. Selain itu masih ada Sihran dan Arya Gerryan. Mereka usianya rata-rata 22 tahun dan menjalani debut professional menghadapi Macan Kemayoran.
Terhadap mereka Nabil pun memberikan komentarnya. “Apresiasi untuk pemain-pemain debutan, tetap semangat,” ujarnya.
"Pelatih sudah meminta kepada para pemain untuk melupakan kekalahan. Yang terjadi sudah terjadi. Sekarang kami harus belajar apa yang menjadi kekurangan dan itu jangan sampai terjadi lagi," ujar asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin.
Kekalahan atas Persija tak boleh disesali terlalu jauh dan masih ada satu laga untuk membuktikan kalau Borneo FC bukan tim pesakitan di ajang ini.
Menghadapi PSM Makassar Rabu (31/3/2021) sore nanti. Amir meminta kepada pemain untuk bangkit dan bisa mendapatkan hasil bagus.
"Jelas kami tidak mau mengakhiri perjalanan tim di Piala Menpora dengan hasil tanpa poin. Kami harus bangkit dan bisa mendapatkan poin. Kami mau pecah telur di trunamen ini dan kami tak mau pulang tanpa poin sama sekali,” tegas Amir yang notabene mantan pemain PSM Makassar ini.
Namun tentu saja laga melawan Juku Ejak tak mudah karena jadi penentu lolos tidaknya mereka ke fase kedua mengingat
Persija kontra Bhayangkara Solo FC juga bersaing untuk lolos karena memiliki peluang.
Saat ini PSM mengemas empat poin, sama dengan Bhayangkara, berada di posisi pertama dan kedua sedangkan Persija posisi ketiga dengan tiga poin. Itu artinya siapa pun yang menang di laga ketiga lusa nanti dipastikan melenggang ke fase knock out.
Editor: Aspian Nur