Manajer Mitra Kukar Noor Alam mengungkapkan perombakan tim Naga Mekes tersebut samil menunggu kepastian kapan liga kembali berputar.
“Masih menunggu karena Liga 1 baru mulai (akan diberikan izin, sementara Liga 2 juga persiapan, tapi yang jelas kami mulai bergerak supaya cepat mendapatkan pemain dan melakukan evaluasi dulu, siapa-siapa yang dipertahankan dan siapa-siapa yang perlu ditambah, insya Allah habis Lebaran bulan Mei mendatang,” kata Alam kepada korankaltim.com, Senin (22/3/2021) sore tadi.
Perubahan skuat yang kemungknan mencapai 50 persen mau tidak mau harus dilakukan karena lamanya persepakbolaan di Tanah Air vakum. “Sekitar 50 persen perombakan, yang pasti komposisi berubah, pemain-pemain senior insya Allah masih. Sebenarnya bisa saja liga digulirkan, harusnya Indonesia bisa dong mencontoh negara-negara lain, untuk di bagian Asia Tenggara cuma Indonesia yang belum menggelar liga, khawatirnya kualitas prestasi sepak bola kita nanti yang menurun kalau liga tidak segera digulirkan,” terang Alam lagi.
Pengamat sepak bola Tanah Air, Kesit Budi Handoyo secara terpisah menyatakan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tidak boleh redup atau bahkan mati hanya karena pandemi yang masih terjadi.
Indonesia harusnya bisa melihat negara-negara lain yang sudah dapat menggelar pertandingan olahraga.
"Terpenting kewaspadaan harus terus diutamakan karena Covid-19 masih mengancam. Cabang-cabang olahraga yang akan melaksanakan pertandingan harus disiplin menerapkan prokes," kata pria yang juga komentator sepakbola ini.
"Buat masyarakat penonton juga harus mendukung dengan tidak hadir ke stadion. Cukup menonton dari rumah melalui televisi. Kalau sampai hadir ke stadion di masa pandemi, polisi pun harus tegas menindak," tegas Kesit.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur