PON XX Papua diharapkan jadi ajang pembinaan pemain muda dan pintu keluar mereka menuju kompetisi professional. Diketahui selama ini sudah banyak pemain ternama di Tanah Air yang merupakan jebolan pesta olahraga empat tahunan berskala nasional tersebut yang untuk pelaksanaan tahun ini harus diundur pelaksanaannya karena pandemic Covid-19
Wakil Ketua Asprov PSSI Papua, Rocky Bebena dalam keterangannya Senin (15/3/2021) kemarin menjelaskan hal ini.
“Komite Eksekutif (Exco) sudah rapat tanggal 9 Maret lalu, dan surat dari PSSI sudah kami terima tertanggal 10 Maret 2021, tentang perubahan ketentuan pemain sepak bola PON XX tahun 2021, bahkan Technical Handbook (THB) sudah ditetapkan dan akan menjadi pedoman bagi semua tim sepak bola PON,” kata Rocky Bebena dikutip dari situs resmi PB PON XX Papua.
Dikatakan, cabang olahraga sepak bola juga menerapkan aturan maksimal pemain berusia 23 tahun, maka pemain yang bisa dimainkan wajib kelahiran 1 Januari 1997 ke atas.
Oleh karena itu, Rocky menegaskan, semua tim dapat mengikuti regulasi terkait usia pemain tersebut. “Ini sudah keputusan final PSSI berkaitan dengan surat dari Asprov PSSI Papua, THB juga sudah ditetapkan, maka PON XX di Papua tanpa pemain professional,” sebut mantan jurnalis ini.
Menurutnya, peraturan ini cukup positif, karena akan memberikan ruang bagi pemain muda untuk lebih banyak dimasukan dalam tim PON di masing-masing daerah.
Sepakbola putra dan putri nantinya akan diikuti 12 tim yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Aceh, Sumatra Utara, Bengkulu, Jawa Barat dan Papua.
Dengan pemberlakuan ini, maka sebagai tuan rumah Papua juga dipastikan mencoret tiga nama pemain professional mereka yaitu Osvaldo Ardiles Haay (Persija Jakarta), Todd Rivaldo Albert Ferre (Lampang FC) dan Yacob Sayuri (PSM Makasar) yang sudah sempat dimasukan namanya dalam daftar skuat Papua.
Editor: Aspian Nur