Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) SDM Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim, Eddy Simon Badawi mengatakan, format seleknas pada tahun ini merupakan terobosan yang sangat bagus.
“Ini satu terobosan yang bagus dari PSSI dan ini baru terjadi artinya mereka benar-benar satu kebersamaan Asprov, Askab dan Askot berfungsi peranannya. Di sinilah betul-betul sinergi antar cabang-cabang PSSI berkembang,” kata Simon kepada korankaltim.com, Sabtu (13/3/2021).
Mantan pelatih beberapa club-club sepakbola professional yang ada di Kaltim ini menyebutkan, seleksi yang dilaksanakan secara regulasi PSSI pusat ini memberi kesempatan kepada putra daerah untuk bisa berkembang sehingga melahirkan atlet sepakbola professional asli daerah-daerah di masa sekarang dan akan datang.
“Kita berdoa ada orang Kaltim yang bisa mewakili Kaltim ke Timnas. Inilah bukti peranan dari pada PSSI yang ada di daerah-daerah memberi kesempatan untuk membina pemainnya dan disini diseleksi secara nasional,” sebutnya.
Dalam seleknas hari pertama ini dilakukan untuk seleknas U-16 sedangkan U-19 akan dilakukan esok hari. Pada pelaksanaan hari pertama ini turut dipantau langsung Ketua Asprov PSSI Kaltim sekaligus Plt Sekjen PSSI Pusat, Yunus Nusi.
“Kita juga berterima kasih dengan Pak Yunus, apalagi nanti untuk seleksi se-Indonesia, kita di Kalimantan timur yang terpilih untuk penyelenggaraannya, juga kita berterimakasih karena pembinaan dari daerah masing-masing tidak terlepas dari cikal bakal yang dilakukan SSB, sehingga mampu melahirkan pemain-pemain yang bisa kita saksikan pada seleknas saat ini,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Askab PSSI Kukar, Suwarno menambahkan pelaksanaan selama empat hari ini dilakukan pagi dan sore untuk U-16 dan U-19. Sabtu U-16 yang dari semua perwakilan 11 pemain dari masing-masing daerah akan di ambil yang terbaik untuk mengerucut menjadi 24. Dan akan diseleksi pada hari Senin. Begitu pula untuk seleknas U-19, 11 pemain terbaik dari masing-masing daerah akan terseleksi hingga mengerucut menjadi 24 pemain dan akan diseleksi pada hari Selasa. Jadi baik U-16 dan U-19 ada jeda satu hari untuk istrihat.
“Dari masing-masing Askab dan Askot mengirim 11 pemainnya untuk dipertandingkan, dan para talent coach melihat untuk melakukan seleksi untuk kemudian mengambil 24 pemain yang kemudian kembali dipertandingkan pada satu hari berikutnya, untuk diadu dan dinilai,” bebernya.
“Dari 24 ini menjadi data base dan akan dinilai oleh tim talent untuk ajang seleknas tingkat Regional Kalimantan,” pungkas Suwarno.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi