Ya, Jumadi Abdi yang akrab di sapa Pele oleh teman-temannya itu, meninggal dunia 15 Maret 2009 silam atau dalam usia 26 tahun di Bontang setelah delapan hari dirawat di Rumah Sakit Pupuk Kaltim (RS PKT), menjalani perawatan intensif akibat benturan keras dengan Deny Tarkas, pemain Persela Lamongan pada 7 Maret 2009 dimana pemuda yang lahir 14 Maret 1983 itu membela Bontang PKT di Stadion Mulawarman.
Jumadi Abdi meninggal karena kerusakan di sejumlah organ tubuh bagian dalam akibat infeksi berat yang disebabkan kuman yang keluar dari usus halus yang bocor setelah terjangan sang lawan di atas lapangan.
Mengawali karir di Persiba Balikpapan karena memang putra asli dari Kota Minyak tahun 2000-2001, Jumadi Abdi sempat berkostum Pelita Krakatau Steel dan Persikota Tangerang hingga akhirnya membela Bontang PKT. Namanya semakin dikenal saat membela timnas Indonesia U-23 pada ajang SEA Games 2005 di Filipina dan akhirnya memperkuat timnas Indonesia senior.
Kini 12 tahun setelah kepergiannya, teman-teman almarhum yang pernah bersamanya membela tim sepakbola PON XVI tahun 2004 silam di Palembang, Sumatera Selatan, berkumpul di lapangan hijau mengenang Jumadi Abdi dalam laga silaturahmi di Lapangan Sepakbola Sudirman, Balikpapan Sabtu (27/2/2021) akhir pekan tadi.
“Ya, kami mantan pemain sepakbola PON Kaltim tahun 2004 berkumpul lagi bertanding di laga silaturahmi sekaligus mengenang almarhum sahabat kami Jumadi Abdi. Dia bagian dari tim dan kami pernah bersama dia lebih satu tahun sebelum resmi bubar setelah PON berakhir,” kata Eddy Mulyono, rekan satu tim Jumadi Abdi di tim PON Kaltim saat itu.
Di Lapangan Sudirman, selain tim eks PON XVI/2004 Kaltim juga ada Balikpapan All Stars (BAS) dan Pinisi Community yang berlaga. Rekan Jumadi Abdi yang hadir antara lain M Darwis, Agus Budiono, Tito Purnomo, Awang Darmawan, Kristiono, Junaidi Tagor, Gantarkhan, Junaidi Budi dan Gunawan serta Eddy Mulyono sendiri. Pemain yang berlaga ada yang pernah bersama Jumadi Abdi sejak Pra-PON sampai PON XVI.
“Kami tidak mungkin melupakan Jumadi Abdi, dia kapten tim yang merupakan panutan kami di atas lapangan, pribadi yang baik dan selalu bermain all out untuk tim yang dibelanya,” sebut Eddy lagi.
Pada PON 2004 di Palembang, tim sepakbola Kaltim ditangani Junaidi yang juga sudah meninggal dunia, bersama Oddy Bahrun yang saat ini sedang sakit dan M Arsyad. Saat laga silaturahmi dengan jersey ETAMS yang juga jadi penyuplai kostum untuk tim Liga 1 Borneo FC, tim PON Kaltim yang menang 1-0 dan 2-0 dari BAS dan Pinisi ditangani M Arsyad, pelatih asal Balikpapan.
“Kami agendakan sebulan sekali bisa berkumpul untuk menjalin silaturahmi dan terus mengenang almarhum Jumadi Abdi, mengirimkan doa untuk dia,” tutup Eddy Mulyono.
Editor: Aspian Nur