Diketahui, pada 3 Februari awal bulan lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainal Amali, menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan. Zainudin juga bertemu dan berbincang dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait perizinan kegiatan sepak bola di Indonesia.
Dari pertemuan itu, Menpora mengatakan akan ada pertemuan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan untuk membicarakan hal ini. “Semoga saja ada kabar baik setelah pertemuan Menpora dan Kapolri nanti. Kita semua rindu dengan kompetisi di Indonesia. Sudah 11 bulan tidak aktifitas dan tentu ini sangat berpengaruh dengan tim,” papar Farid.
Sementara itu staf pelatih Borneo FC tak berhenti bekerja meski kompetisi masih belum pasti kapan bergulir dan hanya mendapat kabar yang belum resmi. Pelatih fisik tim kebanggaan warga Kota Tepian ini terus memberikan program latihan fisik untuk semua pemain agar kondisi mreka tetap prima. Program yang dibuatnya pun selalu didiskusikannya bersama dengan pelatih kepala Mario Gomez serta asisten Ahmad Amiruddin dan staf lainnya agar menghasilkan program yang pas dengan para pemain.
“Komunikasi antar pelatih sangatlah penting. Setiap hari, saya selalu berkomunikasi dengan head coach dan asistennya. Saya juga berkomunikasi dengan Wanda (fisioterapis). Untuk para pemain, saya mengirimkan program kepada semua pemain. Bagaimanapun, ini dilakukan agar tidak menurunkan level fisik mereka,” papar Marcos.
Seluruh pemain sendiri saat ini sedang menjalani latihan mandiri di tempat masing-masing. Sembari menunggu kabar mengenai kapan kompetisi musim 2021 akan digelar, Marcos pun saat ini tengah menyusun program preseason yang bertujuan agar para pemain bisa cepat beradaptasi jika nantinya tim kembali berlatih bersama.
“Preseason mempunyai empat fokus. Pengembangan taktik, pengembangan fisik, morfologi/tes kebugaran dan program pencegahan cidera. Hari ini belum empat minggu dan kami melakukannya bersama dengan semua pelatih di bawah pengawasan dari Kepala Pelatih Mario Gomez,” sebut Marcos.
Editor: Aspian Nur