Polri membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk bagaimana menggelar kompetisi dengan protokol kesehatan ketat. PSSI dan LIB sudah mulai bergerak merencanakan hal tersebut. Pada pertemuan antara PSSI dan LIB beberapa hari lalu, mereka telah membahas soal pematangan kompetisi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan memutuskan langsung apakah pertandingan bisa digelar atau tidak di tengah pandemi. “Nanti Pak Kapolri yg akan memutuskan berdasarkan pertimbangan situasi yang ada,” ungkap Agus.
Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono juga menegaskan pihaknya masih belum mendapatkan informasi terkait perizinan kompetisi Liga 1 dan liga 2. “Kalau sudah ada izinnya akan disampaikan,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Baintelkam Polri Kombes Pol Budi Sajidin menyatakan telah memberikan lampu hijau untuk gelaran kompetisi sepakbola Liga 1 2020 digelar kembali. PSSI sendiri sadar masih banyak syarat yang harus mereka jalankan, termasuk bakal menggelar simulasi pertandingan pada pekan depan.
"Hari Senin (8/2/2021) besok, kalau tidak ada perubahan akan ada simulasi pertandingan. Nanti untuk lapangan akan ditentukan, apakah di Sawangan, PTIK, Stadion Madya atau stadion lain," papar Mochamad Iriawan, ketua umum PSSI.
Selain berkoordinasi dengan kepolisian, diperlukan juga izin dan rekomendasi dari Satgas Covid-19. Jika segalanya berjalan dengan baik, akan lebih dulu digelar turnamen pramusim, dan kompetisi baru dilaksanakan setelah Idulfitri tahun ini, atau Bulan Juni.
"Kalau [turnamen] pramusim rencana pada bulan Maret, tapi bisa saja berubah. Kalau liga setelah lebaran bulan Juni," kata direktur utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita dikutip dari situs resmi PSSI.org. PSSI mengingatkan kembali kepada seluruh suporter Indonesia agar komitmen dan sepakat untuk tidak hadir ke stadion agar izin keramaian kepolisian segera turun.
Hal tersebut akan menjadi syarat utama kepolisian mengeluarkan izin. Jika suporter datang ke sStadion dan membuat kerumunan, Liga 1 dapat dievaluasi dan dihentikan kembali. "Suporter sekali lagi, sesuai dengan komitmen pertama baik dari rekomendasi Satgas Covid-19, tanpa penonton. Dengan hormat kami kepada teman-teman suporter yang mendukung klubnya.
Lebih baik nonton di televisi, kemudian jangan melakukan pergerakan dari satu kota ke kota lain dengan jumlah yang besar, itu akan bermasalah nanti. Karena salah satu catatan dari pihak kepolisian adalah apabila suporter nanti kurang bisa tertib maka akan dievaluasi kembali," kata Iwan Bule seperti dikutip dari instagram pengamatsepakbola.
Editor: Aspian Nur