“Saya belajar untuk mengobservasi situasi di dalam tim dan lawan dalam pertandingan serta membuat pola-pola agar kepala pelatih bisa mempunyai banyak metode untuk mengatasi berbagai situasi yang berbeda,” ucap Marcos dikutip korankaltim.com dari situs resmi Borneo FC.
Pelatih asal Argentina ini pun menjelaskan secara spesifik tentang kursus yang ia ikuti ini. “Kursus analisis video sepak bola tahunan yang saya ikuti ini berfokus pada dua hal, pertama menganalisa pertandingan secara langsung dan mengirimkan informasi kepada pemain pengganti. Yang kedua, menganalisa permainan tim lain dan mengirimkan informasi kepada kepala pelatih,” paparnya.
Kursus yang diikuti oleh Marcos ini ternyata belum usai. Ia baru menyelesaikan dua tahap dari tiga tahap kursus yang diberikan.
Sebab, per tahap kursus mempunyai waktu yang cukup panjang mengingat materi yang diberikan pun butuh pemahaman yang mendalam. Namun, Marcos mengatakan akan segera mengikuti level ketiga dalam waktu dekat ini.
“Kursus ini mempunyai tiga level yang masing-masing level waktunya 25 jam. Saya telah mengikut dua level, dan akan menyelesaikan level ketiga di Samarinda secara daring,” tutup Marcos. (*)
Editor: Aspian Nur