Kiper Borneo FC Mochammad Dicky Indriyana mengaku memaklumi upaya pencegahan penyebaran virus dari pemerintah, namun, ia juga menantikan PSSI dan LIB selaku operator kompetisi bertindak tegas dengan nasib klub yang terus menerus digantung Pinharapannya.
"Saya juga bingung harus bilang apa dan bagaimana. Ya karena kondisi juga mungkin yah lagi seperti ini. Tapi di samping itu kita sebagai pemain dan klub juga perlu kejelasan dari pihak operator liga terkait bergulirnya liga ini. Jangan terus menggantung seperti ini, kasihan semua klub yang terus menunggu ketidakpastian ini," ucap Diky seperti dilansir dari situs resmi Borneo FC.
Selama libur kompetisi, Diky tetap mengemban kewajibannya dengan terus berlatih dan menjaga kondisi fisiknya di kampung halaman. Sembari mendapatkan waktu berkumpul dengan keluarga, ia juga berharap titik terang mengenai kejelasan kompetisi bisa segera didapat meski harus memperketat peraturan kesehatan.
"Harapan saya semoga operator liga dan pihak-pihak terkait bisa secepatnya memberi kepastian kapan digulirkannya kompetisi ini. Walaupun harus dengan protokol kesehatan, yang penting semuanya ada kejelasan aja buat kita semua," ujar suami dari Tri Retno Mutiara ini. PSSI sendiri sepertinya mendengar keluhan dari Diky.
Secara virtual mereka akan menggelar rapat Exco Rabu (20/1/2021) lusa yang salah satu agendanya membahas dan memutuskan nasib kompetisi Liga 1 2021. Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi menyampaikan hal ini. “Rapat Exco PSSI hari Rabu (20/1/2021) nanti agendanya soal kompetisi dan kongres tahunan PSSI," jelas Yunus.
Rapat Exco PSSI tersebut merupakan lanjutan usulan dari klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 yang disampaikan melalui forum pertemuan pemilik klub dengan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Jumat (15/1/2021) pekan lalu.
Dalam rapat pekan lalu, Direktur Utama LIB, Akhmad Hadian Lukita menyebut mayoritas peserta klub memilih untuk menghentikan kompetisi musim 2020 dan memulai musim baru Liga 1 2021. Kompetisi Liga 1 2020 yang dimulai pada 28 Februari tahun lalu terpaksa berhenti di pekan keempat lantaran pandemi Covid-19.
Sementara, rencana kembali menggulirkan kompetisi pada Oktober maupun November 2020 gagal karena tidak kunjung mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian. Niat melaksanakan kompetisi di bulan Februari 2021 mendatang juga masih tertahan karena belum ada izin dari apparat kepolisian terkait penyebaran virus corona di Tanah Air. (*)
Editor: Aspian Nur