“Pertandingan adalah ruhnya, namun untuk menciptakan kompetisi yang bagus maka langkah yang diambil adalah pelatihan pelatih. Jadi ke depan mungkin tidak hanya tujuh orang atlet Kukar yang mewakili PON yang akan datang, bahkan bisa lebih berkat langkah kerja Askab Kukar ini,” kata Nono sapaan akrabnya kepada korankaltim.com, Senin (21/12/2020)
Nono mengaku optimis dengan langkah kerja yang dilakukan Askab Kukar ini, sehingga ia pun berharap Kukar mampu menjuarai Porprov 2022 di Berau. Secara regulasi, lisensi D nasional adalah lisensi awal. Nono pun berharap nanti kalau ada pelatihan lisensi C itu, para pelatih yang sudah ikut pelatihan ini bisa mengikuti kembali pelatihan lisensi yang ada di atasnya.
“Seperti si Rahmat (Coach Rambo, red) itu lisensinya B, Edi Simon itu A, jadi peluang dan contoh kita sudah ada, sehigga tinggal komunikasi antar mereka pelatih saja dalam kesempatan waktu ada pelaksanaan untuk peningkatan lisensinya,” harapnya.
Ditanya terkait pelatihan pelatih ini diberikan secara gratis tanpa biaya, Nono atas nama Asprov Kaltim memberikan apresiasi tinggi kepada Askab Kukar.
“28 orang ini mudahan di masa yang akan datang bisa mengikuti lisensi tahap selanjutnya. Tanpa biaya ini sangat luar biasa, sekarang ini ada pelatihan pengawas (pertandingan, red) di Balikpapan biayanya Rp5 juta per orang dan juga pelatihan yang akan kami lakukan nanti itu Rp10 juta per orang. Jadi kalau di sini itu digratiskan tentu sangat luar biasa sekali apresiasi kami,” terangnya.
“Karena toh mereka itu kan kembali dan ilmu mereka juga untuk anak-anak negeri ini, sehingga saling mengapresiasi, kita sudah mengapresiasi dengan menggratiskan, diharapkan mereka juga mampu lebih belajar sungguh-sungguh dan yang terpenting ilmu yang didapatkan mampu diterapkan di kecamatan-kecamatan,” kata Nono.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan