Baik Serdy dan Yudha pernah punya kisah dengan Fakhri ketika masih menukangi timnas. Yudha sudah menjadi pilihan Fakhri ketika masih menukangi timnas U-16, sementara Serdy masuk skuad Kualifikasi Piala Asia U-19.
Fakhri menilai kedua pemain tersebut jelas-jelas salah, apalagi setelah video keduanya hadir di klab malam untuk dugem, dan video tersebut viral. Fakhri meminta keduanya untuk menjadikan ini semua pelajaran. "Saya prihatin dengan apa yang telah dilakukan oleh dua pemain muda ini. Selain merugikan diri sendiri, juga menjadi contoh buruk untuk pemain muda lainnya," tulis Fakhri melalui akun Instagram pribadi miliknya.
"Sekarang, hadapi hukuman ini dengan kesatria, introspeksi diri, karena masih ada waktu untuk memperbaiki diri," sambung mantan kapten timnas Indonesia yang berposisi sebagai gelandang tersebut.
Bhayangkara Solo FC sebagai klub pemilik Serdy murka dengan video viral pemainnya dugem. Klub mengambil tindakan tegas dengan melakukan pemecatan, karena ini kali kedua Serdy terlibat kasus indisipliner di timnas U-19. Pada September lalu, Serdy juga dipulangkan dari TC Jakarta dan gagal berangkat ke Kroasia karena telat bergabung latihan. Bhayangkara sudah tidak bisa bersikap lunak setelah kasus video Serdy viral, hingga mendepak sang pemain.
Sementara Barito Putera yang jadi klub pemilik Yudha mengambil keputusan unik. Manajemen Laskar Antasari yang dikenal dengan sikap kekeluargaan memaafkan Yudha, namun mengirim bek kiri tersebut untuk ikut pesantren.
Yudha akan mengikuti kegiatan pesantren namun juga harus tetap berlatih sepakbola. Jajaran manajemen klub asal Banjarmasin tersebut berharap Yudha benar-benar belajar dan menjadi pemain yang benar di masa mendatang. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di goal.com hari Senin 7 Desember 2020 dengan judul Kasus Serdy Ephyfano & Yudha Febrian, Fakhri Husaini Beri Tanggapan