Amir pun mengaku ini sangatlah berat, namun semua orang harus bisa menerima apapun hasil yang diputuskan oleh PSSI. "Dengan adanya keputusan dari PSSI, maka untuk saat ini pelatih dan pemain rehat sejenak karena jadwal lanjutan masih terlalu jauh. Ini keputusan yang sangat berat, tapi semua harus legowo. Semoga ini adalah solusi terbaik untuk sepakbola Indonesia ke depannya," ucap Amir.
Sembari menanti kabar selanjutnya mengenai kelanjutan kompetisi, skuat Pesut Etam telah meliburkan diri sejak pekan lalu hingga waktu yang belum ditentukan. "Untuk sementara total rest dulu sambil menunggu instruksi manajemen. Kalau liganya mulai Februari, maka persiapan antara akhir Desember atau awal Januari," paparnya.
Terpisah, manajer Borneo FC Farid Abu Bakar mengaku justru bersyukur karena kepastian kompetisi diperoleh karena sejak ditangguhkan karena tak ada izin keamanan dari kepolisian, seluruh klub menjadi bingung, tidak ada kepastian kompetisi.
“Alhamdulillah sudah ada kejelasan. Harapan kami di tahun depan sebelum betul-betul dimulai kembali, sudah ada kejelasan baik izin kepolisian, jadwal, protokol kesehatan, format pertandingan, subsidi dan semua yang berkaitan dengan kompetisi,” ujar Farid.
Namun di balik kepastian kompetisi ini, Farid mengaku kini klub mengalami masalah dari sisi finansial. Banyaknya biaya yang dikeluarkan tim sejak Maret lalu, benar-benar memukul mengingat tidak ada pemasukan sama sekali bagi klub, karena kompetisi tak digulirkan.
karena itu Farid berharap PSSI sebagai induk sepak bola tanah air serta PT LIB bisa membantu klub saat ini. Sebab dengan diundurnya kompetisi sampai tahun depan, membuat klub harus membayar banyak biaya tambahan, terutama gaji pemain.
“Dengan keputusan resmi ini, klub mengalami kerugian cukup besar. Makanya kami meminta PSSI bisa membantu finansial klub-klub yang sedang mengalami kesulitan ini,” imbuhnya.
Farid sadar PSSI dan PT LIB juga sedang mengalami masalah karena keuangan saat ini. Namun Borneo FC Samarinda berharap PSSI dan PT LIB punya solusi membantu klub yang sedang terpuruk dalam hal keuangan.
“Semua memang merasakan dampak pandemi Covid-19 ini. Tapi saya pikir ada harapan dari induk sepak bola kita membantu keuangan klub saat ini, sembari persiapan menuju kompetisi tahun depan,” tegasnya. (*)
Editor: Aspian Nur
*Berita ini sudah tayang di borneofc.id hari Senin 2 November 2020 dengan judul Semua Harus Legowo