Borneo FC sebetulnya meliburkan pemain pada pekan lalu, namun kembali menjalani latihan hari Selasa (21/10/2020) lalu, karena menyimpan asa lanjutan Liga 1 digulirkan pada November setelah mengalami penundaan dari rencana semula Oktober.
Presiden klub Nabil Husien Said Amin mengatakan, seluruh tim saat ini memang menghadapi situasi ketidakpastian. Ketidakjelasan kompetisi membuat pihaknya harus mengambil keputusan tersebut. Menurut Nabil, tim pelatih serba salah untuk memberikan program latihan.
“Hari Jumat pekan latihan terakhir tim sementara waktu. Kami dan sudah pasti semua klub Liga 1 dan Liga 2, menunggu apa keputusan dari PSSI dan PT LIB terkait ketidakjelasan kompetisi ini,” ujar Nabil dilansir laman resmi klub.
Nabil tidak ingin menyalahkan PSSI terkait tertundanya kompetisi, karena perizinan berada di tangan kepolisian. Walau begitu, Nabil tetap menuntut kejelasan nasib kompetisi kepada induk organisasi sepakbola nasional itu.
“Kami dari klub ingin PSSI memberikan kepastian. Soal bagaimana mereka berkoordinasi dengan Polri, itu jadi tanggung jawab mereka. Kami dari klub hanya menunggu,” tegas Nabil. Selain tim pelatih kesulitan menjalankan program, ketidakpastian kompetisi membuat klun menelan kerugian tidak sedikit.
Sebab, mereka harus membayar gaji pemain, pelatih serta staf di dalam klub. Sementara pemasukan klub tidak ada sama sekali. “Makanya kami liburkan tim saat ini. Soal kapan tim kembali latihan, semua tergantung bagaimana PSSI mengeluarkan keputusan. Apakah kompetisi dilanjutkan, atau mereka punya rencana lain nantinya.” Sebutnya.
Sebelumnya diwartakan, koordinator tim pakar dan juru bicara satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta PSSI dan PT LIB mempertimbangkan status zonasi tempat dilaksanakannya pertandingan lanjutan Liga 1 2020. PSSI dan PT LIB juga disarankan meningkatkan komunikasi dengan kepolisian. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di goal.com hari Minggu 25 Oktober 2020 dengan judul Borneo FC Liburkan Pemain Tanpa Batas Waktu