Sabtu (15/8/2020) lalu, Borneo menggelar rapid test atau tes cepat kepada para ofisial, pemain dan tim pelatih. Rapid test ini belum dilakukan manajemen dari secara menyeluruh, seperti dituturkan Farid Abubakar, selaku manajer. "Ini untuk pemain yang baru datang ke Samarinda dan yang berada di Samarinda, kemarin kami lakukan pengecekan awal berupa rapid test," ujar Farid, seperti dilansir laman resmi klub.
"Nantinya ketika pemain sudah berkumpul semua, kami akan menjalani swab test sebelum memulai latihan perdana pada 24 Agustus," ungkap Farid menambahkan.
Metode swab test memang lebih akurat dibandingkan dengan rapid test. Farid pun memastikan bahwa protokol kesehatan bakal diberlakukan dengan ketat pada tim dalam melakukan aktivitas mereka, seperti latihan.
"Kami menjalani semua protokol yang ada guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, karena kami semua ingin semuanya dalam kondisi yang baik," tutup Farid.
Sementara itu, presiden klub Nabil Husein menyambut kepulangan pemain muda Arya Gerryan dari pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-19, di Jakarta. Arya menyelesaikan TC lebih awal, sesuai keputusan Shin Tae-yong.
Tae-yong, yang menjabat pelatih timnas Indonesia, mengeliminasi 11 pemain dari TC Jakarta, salah satunya Arya. Menurut Nabil, Arya tidak boleh putus asa dan masih harus bekerja keras untuk dapat membuktikan kualitasnya.
Artikel dilanjutkan di bawah ini
“Untuk masuk dalam pemusatan latihan itu sudah termasuk pencapaian yang besar. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu. Hanya saja, mungkin ini belum waktunya untuk Arya,” tutur Nabil.
"Tetap semangat untuk Arya. Jangan patah semangat dan terus bekerja keras. Insyaallah, kerja keras itu akan berbuah hasil nantinya,” tutup Nabil. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di goal.com hari Sabtu 16 Agustus 2020 dengan judul Borneo FC Awali Persiapan Dengan 'Rapid Test'