Borneo FC sendiri bersama Persipura Jayapura, Persiraja Banda Aceh, Barito Putera dan PSM Makassar diarahkan bermain di Jogjakarta untuk memainkan semua partai kandang. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan beberapa waktu lalu sudah menyampaikan wacana ini.
Presiden Borneo FC Nabil Husein Said Amin mengaku sama sekali tak masalah bahkan menyebut Jogja ibarat kandang kedua bagi Borneo FC selama ini. Pasalnya sejak beberapa musim terakhir, Pesut Etam selalu menjadikan Jogjakarta sebagai tempat pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi.
“Saya sudah mendapat kabar mengenai hal tersebut. Bagi saya pribadi sama sekali tak masalah. Saya sudah katakan, lapangan di Pulau Jawa termasuk Jogjakarta sangat memenuhi standar. Tak hanya untuk pertandingan, lapangan latihannya pun sangat bagus,” kata Nabil.
Diakuinya sedikit sulit bermain di luar kandang tanpa kehadiran suporter. Namun di tengah situasi seperti saat ini, keputusan tersebut yang terbaik. “Tim-tim lain yang diminta menjadikan Jogjakarta sebagai kandang mereka saya kira juga satu pemikiran dengan saya, menerima keputusan dari PSSI dan LIB itu,” ujarnya lagi.
Seandainya kompetisi benar-benar dimulai kembali pada September nanti, dirinya ingin langsung mengumpulkan pemain di Jogjakarta. Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dikatakannya bisa digunakan untuk persiapan seperti musim-musim sebelumnya.
“Kami tinggal menunggu kabar dari PT LIB soal kelanjutan kompetisi dengan regulasi-regulasi barunya. Pastinya Borneo FC sudah siap mengikuti kembali kompetisi, tentu saja dengan mengikuti protokol kesehatan yang ada,” pungkas Nabil. (*)
Penulis: */Nancy
Editor: Aspian Nur
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 17 Juni 2020