Meski hanya sebentar menjadi nahkoda skuad Garuda, Simon mengaku punya ikatan yang kuat dengan Indonesia. Hal itu dirasakannya ketika kembali mendengarkan lagu Indonesia Raya setelah tak lagi menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia. “Saya ikut pertemuan (sekolah) anak saya, dia baru berumur tiga tahun. Dia ikut sekolah di Selandia Baru," ucap Simon dilansir bolasport.com. "Pertama mereka menyanyikan lagu nasional Selandia Baru dan kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya," tambahnya.
Ketika mendengar lagu kebangsaan Indonesia itu, Simon dipenuhi emosi dan langsung meneteskan air mata. Mantan pelatih Bhayangkara FC itu mengaku teringat pada momen di mana dirinya masih menjadi pelatih timnas Indonesia dan dikelilingi oleh puluhan ribu suporter yang mendukungnya. "Saya mulai terharu dan meneteskan air mata sebab terakhir kali saya dengar lagu Indonesia Raya saya punya 80 ribu orang di belakang saya yang berdiri di stadion," jelas Simon. "Saya adalah pelatih yang mewakili negara (Indonesia). Tak banyak orang yang punya kesempatan seperti itu," imbuhnya.
Simon pun mengatakan bahwa kini dirinya selalu terharu setiap kali mendengar lagu Indonesia Raya.
Perasaan itu muncul karena lagu Indonesia Raya sudah berdiam dalam hatinya yang notabene merupakan warga negara Skotlandia. Menurutnya, rasa haru itu tidak bergantung pada penampilan buruknya ketika membesut timnas Indonesia. Pengalaman menjadi pelatih timnas secara tidak langsung telah menanamkan rasa cinta terhadap Indonesia dalam hatinya.
"Saya jadi sering terharu setiap kali saya dengar lagu kebangsaan Indonesia Raya. Orang (yang melihat) tidak mengerti kenapa orang kulit putih ini menyanyi Indonesia Raya. Lagu itu sudah nyantol di hati saya," tutur Simon. "Tidak masalah saya bagus atau jelek dalam pekerjaan saya (pelatih timnas Indonesia). Terserah bagaimana orang menilai. Tapi lagu Indonesia Raya ada di hati dan membuat saya emosional setiap kali mendengarnya karena membawa saya langsung berdiri di pinggir lapangan dengan semua orang mendukung di belakang saya," sebut Simon. (*)