Bencana itupun datang pada menit ke 25. Dimana Gerri Mandagi harus memungut bola di dalam gawangnya sendiri usai dijebol oleh Firmansyah. Bahkan Mitra harus bermain 10 orang setelah Gerri mendapatkan kartu merah lantaran melanggar salah satu pemain Madura di luar kotak penalti. Abdul Gamal terpaksa menggantikan posisi yang ditinggalkan Gerri.
Pelatih Kepala Mitra Kukar FC Rafael Berges Marin mengaku tidak mengerti dengan kekalahan tersebut. Menurutnya, jika bermain seperti kemain dia pesimis Mitra Kukar bisa kembali ke kompetisi kasta tertinggi di nusantara ini, yakni di Liga 1.
“Saya sangat tidak mengerti ada apa dengan pemain yaang sepertinya tidak siap bermain, tidak menunjukan mental, tidak melakukan pressing. Bermain dengan tim yang sama levelnya saja sangat sulit untuk menang. Jika tidak bermain bagus dan kalah, saya pikir Liga 1 sangat tidak mungkin,” katanya, usai laga.
Sedangkan Gerry mengaku kekalahan tersebut menjadi cambuk dirinya dan rekan-rekannya yang lain untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.
“Seluruh pemain sudah bermain maksimal. Sepakbola kadang menang, kadang kalah, tapi kami tidak berhenti dan masih lanjutkan karena perperangan belum berakhir. Kami berusaha perbaiki dan bekerja lebih keras lagi,” sebutnya. (*)
Penulis; Heriansyah
Editor; Aspian Nur