Joko merasa tidak begitu tegang saat menjalani laga bertajuk “big match” tersebut. Dia mengaku sudah beberapa kali menghadapi tim kebanggaan “Bobotoh” tersebut. Namun, perasaan tersebut berubah 100 persen ketika harus menghadapi kenyataan harus berduel satu lawan satu dengan Maitimo lewat titik putih. “Alhamdulillah, tegang sih tidak, sudah sering bertemu Persib,” ungkapnya.
Joko juga merasa beban dipundaknya begitu berat, karena jika kebobolan, maka target tiga poin di kandang dipastikan melayang. Joko mengakui waktu itu perasaannya campur aduk, namun ada keyakinan dari dirinya bisa menepis tendangan Maitimo. Alasannya sederhana, menurutnya Maitimo punya nama besar,sehingga memiliki beban yang besar juga. “Justru senang kalau yang mengambil penalti pemain terkenal, tidak ada beban buat saya,” ujarnya sambil tertawa.
Hasilnya sangat luar biasa, dengan dingin Joko menepis tendangan keras Maitimo yang diarahkan ke sudut kiri gawang, dan kemudian menggagalkan sepakan Kim Jefri. Joko pun tidak bisa menahan emosinya, dan langsung meluapkannya dengan berteriak kencang. Rekan-rekannya yang lain pun berdatangan lisih berganti memberikan selamat. Selang beberapa menit kemudian pertandingan pun usai.
Kepada media ini, Joko mendedikasikan kemenangan tersebut untuk orang-orang yang dicintainya, yakni keluarga yang selalu mendoakannya dari kejauhan. Selain itu, Joko juga mempersembahkan tiga poin untuk masyarakar Kukar pada umumnya dan kelompok suporter Mitra Mania (Mitman) yang merayakan hari ulang tahun di saat bersamaan. “Ini kado buat Mitman yang sedang berulang tahun ke-12,” pungkasnya. (ale)