Anggaran, Dewan Siap Transparan
1 menit baca1.291 kali dibaca

SAMARINDA – Momen walk out pekan lalu tentu menjadi gambaran bahwa dalam tubuh DPRD Samarinda masih ada suara yang tidak satu pemikiran. Sebelumnya politisi PPP Laila Fatihah meminta agar agenda nota kesepahaman tidak dilanjutkan, lantaran ada proses yang belum selesai.
“Saya kan anggota Banggar (Badan Anggaran) makanya karena saya merasa ada yang belum selesai, makanya saya tidak berani mengikuti agenda ini sampai selesai,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda ini.
Hal demikian juga diungkapkan oleh anggota Komisi III Mursyid Abdul Rasyid sebagai wakil dari PKS.
“Ini belum ada finalisasi makanya saya minta ini ditunda,” jelasnya. Namun pada pengesahan APBD 2018 pada Rabu (29/11) lalu, Mursyid tetap mengikuti agenda ini, berbeda dengan Laila yang tidak tampak hadir dalam agenda penting tersebut.
Sebelumnya pengamat hukum Herdiansyah Hamzah pernah menekankan persoalan transparansi dalam pembahasan anggaran agar tidak timbul kecurigaan dalam masyarakat. Menanggapi hal ini Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif mengaku selama ini pihaknya sudah berupaya untuk menjalankan pembahasan anggaran secara terbuka.
“Ya kalau selama ini kita sudah berusaha kok menjalankan pembahasan anggaran secara terbuka. Ini buktinya kita mengesahkan anggaran disaksikan dan diekspos oleh media. Memang tidak semua bisa diekspos apalagi menyangkut dokumen negara,” beber politisi Golkar ini.
Bukan tanpa alasan, sebab persoalan dokumen negara jika terekspos, dikhawatirkan akan menimbulkan polemik pada warga.
Namun, persoalan walk outnya beberapa anggota DPRD, Alphad menanggapi hal ini dengan santai.
“Biasalah itu hanya dinamika kalau ada yang walk out. Namun persoalannya dalam rapim (rapat pimpinan) apakah mereka hadir. Itu saja persoalannya makanya saya tidak ingin berkomentar banyak karena persoalan ini memang sudah biasa,” demikian Alphad. (ms)








