“Kalau Musangnya ada sekitar 200 ekor, peserta datang dari Sangatta, Bontang, Samarinda, ada yang dari Banjarmasin, dan Banyuwangi yang terjauh,” ujarnya ditemui Koran Kaltim dilokasi acara.
Selain sebagai ajang berkumpul bagi sesama pecinta hewan berbulu dan berekor panjang tersebut, Rully menjelaskan, kegiatan tersebut digelar setiap tahunnya untuk mengkampanyekan kepada masyarakat, agar melestarikan satwa.
“Khususnya musang, karena selama ini orang kan menganggap ini sebagai hama, jadi ditembak dan diburu. Kami mengajak, stop untuk memburu atau membunuh Musang, dengan acara ini harapannya masyarakat semakin tahu,” jelasnya.
bahkan, kata dia beberapa jenis musang seperti otter jenis kuku besar, musang air, bintu, zebra, masuk dalam kategori hewan yang dilindiungi. Karenya, merupakan kewajiban semua untuk dapat melindungi satwa tersebut, dari kepunahan.
Di Samarinda sendiri kata dia, pecinta Muasang sudah menjamur sejak 2012 silam. Ia mengimbau kepada pemula yang ingin memelihara musang, agar mengadopsi Musang yang berusia diatas 5 bulan, agar lebih mudah.
Dalam kegiatan Gatehring tersebut, juga digelar berbagai lomba diantaranya kontes musang, lomba fashion musang, lomba panjat pinang musang, lomba bounding musang, lomba musang minum, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak, dengan hadiah yang menarik. (rs)