PKL Susah Tertata, Ini Solusinya
1 menit baca1.709 kali dibaca
SAMARINDA – Persoalan Pedagang kaki lima (PKL) memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya sudah berkali-kali ditertibkan namun masih banyak yang bandel dan kembali ke tempat asalnya. Bahkan dalam sepekan Satpol PP Samarinda berhasil mengamankan hingga 50 PKL, hingga akhirnya tercetus program trotoar bebas PKL.
“Program itu (trotoar bebas PKL) sudah seharusnya dijalankan agar keberadaan PKL tidak menambah kekumuhan kota kita ini asal mereka mau diatur,” ujar Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail.
Ia pun menambahkan untuk berlangsungnya program tersebut diperlukan kantong-kantong lahan untuk menata PKL.
“Kalau bisa gerakan ini disiapkan di setiap Kecamatan, kalau perlu nanti lahan pemkot juga bisa dimanfaatkan tinggal menentukan saja kawannya mau dimana. Hal ini seharusnya dapat ditangkap bagi masyarakat yang memiliki tanah namun kembali lagi dari PKL nya harus bisa diatur,” urainya.
Orang nomor dua di Samarinda ini juga menegaskan bahwa komitmen untuk kedisiplinan pengaturan PKL harus dijalankan secara konsisten.
“Nanti akan diarahkan agar dapat meningkatkan kualitas beserta tempatnya contohnya yang berada di Jalan Pahwalan dan Awang Long. Disitu kan bisa terlihat PKL memiliki ruang untuk berusaha namun tetap tertata rapi,” jelasnya.
Ia pun berupaya untuk mendorong pihak swasta untuk membantu dalam penataan tempat usaha bagi para PKL agar tetap menjaga kebersihan.
“Ini memang tantangan berat. Namun saya tetap optimis program pembersihan trotoar ini bisa berjalan sebagaimana mestinya, jangan sampai kita seperti pedagang Tanah Abang di Jakarta sana, sudah berulang kali ditertibkan namun belum juga jera dan kembali lagi,” pungkas Nusyirwan. (ms)








