Pengukuhan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah, Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deny Hakim Anwar, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi, Anggota KPID Kaltim Kasno, serta Komisioner KPU Kaltim, Raemond Daernov hingga sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri berpesan agar amanah kepengurusan HWBS dijalankan dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan kebersamaan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, Samarinda merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku maupun budaya.
“Keberagaman suku dan budaya menjadi kekuatan yang harus kita rawat melalui persaudaraan, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama,” pesan Saefuddin.
Ia berharap keberadaan HWBS tidak hanya menjadi wadah pemersatu warga Buton di Samarinda. Lebih dari itu, organisasi tersebut diharapkan mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan menjadi mitra strategis pemerintah.
Saefuddin juga mendorong HWBS untuk memberi ruang lebih besar bagi generasi muda. Program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan mampu memperkuat solidaritas antarwarga dinilai penting untuk terus dikembangkan.
“HWBS diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ikut mengambil peran dalam pembangunan Kota Samarinda,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua HWBS Syarifuddin Tangalindo menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya siap menjalankan amanah organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Menurut Syarifuddin, keberadaan HWBS diharapkan mampu menyatukan berbagai paguyuban Buton yang ada di Samarinda dalam semangat kebersamaan. Persatuan tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah maupun masyarakat luas.
“HWBS ini bukan hanya tempat berkumpulnya warga Buton, tetapi bagaimana kita bersama-sama bisa memberikan kontribusi untuk Kota Samarinda. Kami siap bersinergi dan mendukung pembangunan daerah,” kata Syarifuddin.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam organisasi. Menurutnya, generasi muda Buton perlu diberi ruang untuk berkembang sekaligus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan.
Syarifuddin berharap kepengurusan HWBS periode 2026-2031 dapat memperkuat hubungan antarpaguyuban, menjaga kebersamaan warga Buton, serta membangun hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat Samarinda.
“Harapan kami, HWBS ke depan semakin solid, mampu merangkul seluruh warga Buton, dan bersama-sama menjaga Samarinda tetap aman, nyaman, dan harmonis,” pungkasnya.
Editor: Erwin