Sabtu, 26/09/2026
Sabtu, 26/09/2026
Kader dan petugas kesehatan melayani warga saat penimbangan serta pemeriksaan kesehatan balita di Posyandu Gelatik Permai, Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)
Sabtu, 26/09/2026

Kader dan petugas kesehatan melayani warga saat penimbangan serta pemeriksaan kesehatan balita di Posyandu Gelatik Permai, Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)
Penulis : Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Sebanyak 2.790 balita dan 154 ibu hamil di delapan kelurahan lokasi khusus (lokus) stunting Kota Samarinda menjadi sasaran perluasan layanan Posyandu hingga akhir 2026. Pemantauan pertumbuhan anak kini dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, edukasi pemenuhan gizi, hingga layanan kesehatan ibu hamil dan bayi.
Penguatan tersebut direalisasikan melalui Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) serta Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN). Kedua program ini menyasar 89 Posyandu yang tersebar di Kelurahan Tenun, Baqa, Sidodamai, Sempaja Utara, Teluk Lerong Ulu, Loa Buah, Temindung Permai, dan Pasar Pagi. Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kota Samarinda Rinda Wahyuni Andi Harun menyampaikan, perluasan fungsi Posyandu ini ditujukan untuk memperkuat pencegahan stunting berbasis keluarga.
“Pencegahan harus dimulai dari keluarga, dari ibu, dari anak, dan dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten,” kata Rinda pada Sabtu, (26/9/2026). Melalui GARASI ANAK, layanan kesehatan gigi dan mulut diintegrasikan langsung dalam operasional rutin Posyandu. Rangkaiannya meliputi deteksi dini, edukasi, praktik sikat gigi bersama, serta pelatihan kader agar edukasi tetap berjalan mandiri walau tanpa kehadiran dokter gigi di lokasi.
Program GASAKKAN yang digagas bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Samarinda berfokus pada kesehatan reproduksi, edukasi ASI eksklusif, serta layanan pijat gratis bagi bayi dan pijat punggung untuk ibu hamil. “Jadi, kedua gerakan ini kita satukan dalam satu semangat, yaitu memperkuat keluarga agar mampu menjaga kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan,” ujarnya.
Rinda menilai besarnya jumlah sasaran menegaskan peran strategis Posyandu sebagai pusat intervensi kesehatan primer di tingkat masyarakat. Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan organisasi profesi terhadap Surat Edaran (SE) Wali Kota Samarinda Nomor 400.7/1855/100.19 tentang Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Pencegahan Stunting.
Usai peluncuran resmi (kick-off) di Posyandu Berkat Doa Ibu, Kelurahan Loa Buah pada 9 September 2026 lalu, kegiatan dilanjutkan secara berkala mengikuti jadwal Posyandu setempat hingga Desember 2026. Seluruh pembiayaan kegiatan ini disebut murni berasal dari kas Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan IBI Samarinda tanpa menggunakan APBD. Diharapkan gerakan ini memberikan dampak berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta kunjungan ke Posyandu.
“Karena pada akhirnya, stunting tidak hanya dicegah melalui program, tetapi melalui perubahan perilaku yang dilakukan keluarga secara terus-menerus,” ujar Rinda lagi. Sementara Ketua Posyandu Gelatik Permai Merlin mengatakan, pemeriksaan gigi dan layanan pijat menjadi jenis pelayanan baru yang diberikan.
Dari 30 balita yang menjadi sasaran, sebanyak 25 anak hadir dan mengikuti layanan yang tersedia. “80 persen ada. Hampir semua datang,” kata Merlin. Ia berharap layanan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebab, keberlanjutan kegiatan perlu dibarengi dengan peningkatan kesadaran keluarga dan penguatan peran kader. "Didukung perbaikan sarana dan prasarana Posyandu," ucap Merlin.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 26/09/2026
Kader dan petugas kesehatan melayani warga saat penimbangan serta pemeriksaan kesehatan balita di Posyandu Gelatik Permai, Samarinda. (Ayu/KoranKaltim.com)
TERPOPULER