Kamis, 24/09/2026
Kamis, 24/09/2026
Tim gabungan saat melakukan Pencarian bocah yang tenggelam di Sungai Mahakam. (Foto: Dok.Pos SAR Samarinda)
Kamis, 24/09/2026

Tim gabungan saat melakukan Pencarian bocah yang tenggelam di Sungai Mahakam. (Foto: Dok.Pos SAR Samarinda)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Seorang bocah berinisial A (11), warga Jalan Raudah RT 10, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Samarinda, dilaporkan hilang setelah tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam, kawasan Taman Telok Lerong Garden, Jalan RE Martadinata, Samarinda Ulu, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Saat itu, korban berenang bersama satu rekannya, sementara dua teman lainnya berada di sekitar tepian sungai. Korban berenang lebih jauh sebelum mengalami kesulitan dan meminta pertolongan.
Pamapta III Polresta Samarinda Aiptu Joko Wahyudi mengatakan, korban sempat mengalami kesulitan saat berada di dalam air dan meminta pertolongan kepada teman-temannya.
“Setelah korban terjun, dia tidak bisa berenang dan minta tolong. Temannya sempat melempar gabus, cuma sudah tidak bisa tertolong lagi,” ujar Joko.
Ketiga rekan korban berusaha memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil hingga korban akhirnya tidak lagi terlihat di permukaan air.
“Setelah korban tidak lagi terlihat di permukaan, teman-temannya meminta bantuan warga. Pakaian dan sandal korban masih ditemukan di sekitar tepian sungai,” jelas Joko.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Disdamkarmat, Polairud Polresta Samarinda, KP3 Samarinda, dan relawan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Koordinator Pos SAR Samarinda Aries Setiawan mengatakan, pihaknya menerima laporan seorang anak tenggelam saat berenang di kawasan Teluk Lerong.
Sebanyak tujuh personel Pos Basarnas Samarinda dikerahkan dalam operasi pencarian tersebut. Dua personel di antaranya disiapkan untuk melakukan penyelaman.
“Untuk tahap pertama, kami melakukan penyelaman untuk memastikan korban masih terdapat di bawah. Kalau memungkinkan, kami lakukan penyisiran di bawah,” jelasnya.
Namun, pencarian menghadapi kendala berupa arus bawah Sungai Mahakam yang cukup kuat. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan tim dalam menentukan metode pencarian.
“Kalau tidak memungkinkan karena keterbatasan arus, nanti kami akan beralih ke rencana kedua,” katanya.
Hingga sore hari, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Petugas juga mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus Sungai Mahakam.
“Untuk saat ini kami melakukan penyisiran di sekitar area yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Kamis, 24/09/2026
Tim gabungan saat melakukan Pencarian bocah yang tenggelam di Sungai Mahakam. (Foto: Dok.Pos SAR Samarinda)
TERPOPULER