Selasa, 22/09/2026
Selasa, 22/09/2026
Perwakilan Bulog, pemerintah daerah, saat berfoto bersama warga penerima manfaat usai penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Loa Bakung, Samarinda, Selasa (22/9/2026). (Foto: Yieli/Korankaltim.com)
Selasa, 22/09/2026

Perwakilan Bulog, pemerintah daerah, saat berfoto bersama warga penerima manfaat usai penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Loa Bakung, Samarinda, Selasa (22/9/2026). (Foto: Yieli/Korankaltim.com)
Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kanwil Kaltim dan Kaltara) menyalurkan bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Di Kalimantan Timur (Kaltim), bantuan tersebut dialokasikan untuk 272.550 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total alokasi mencapai 8.176,5 ton beras.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara, Musazdin Said, mengatakan penyaluran dilakukan secara serentak dan bertahap untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat di daerah.
“Hingga 21 September 2026, capaian realisasi di Kaltim sudah menembus 57,75 persen,” kata Musazdin Said saat ditemui dalam kegiatan distribusi bantuan pangan, di Kantor Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Loa Bakung, Samarinda Samarinda, Selasa (22/9/2026).
Khusus Kota Samarinda, jumlah penerima bantuan tercatat sebanyak 54.636 PBP. Masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram beras kualitas medium setiap bulan.
Tak hanya itu, Bulog juga menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada pengemudi ojek online guna menahan gejolak harga di tingkat konsumen.
Musazdin mengaku, untuk memenuhi pasokan beras akibat dampak El Nino yang memengaruhi panen lokal Kaltim, pasokan beras didatangkan melalui pemerataan stok nasional dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Samarinda, Marnabas Patiroy, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying karena ketersediaan pasokan dalam posisi aman.
“Stok beras kita sangat aman sampai enam bulan ke depan. Kami minta masyarakat tidak perlu panic buying karena pembelian secara berlebihan justru bisa merusak ketersediaan dan stabilitas harga di pasar,” kata Marnabas.
Di Kelurahan Loa Bakung, Jalan Jakarta, RT 81, Kecamatan Sungai Kunjang, penyaluran bantuan pangan beras dialokasikan untuk 1.439 PBP. Jumlah tersebut setara dengan 43,17 ton atau 43.170 kilogram beras.
Lurah Loa Bakung, Yeti Febrianti, mengatakan distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan kelompok RT untuk menjaga kelancaran penyaluran dan menghindari kerumunan warga.
“Penyaluran kami bagi per kelompok RT dari pagi hingga malam hari pukul 20.00 sampai 22.00 Wita. Verifikasi data di lapangan terus kami lakukan bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Kasi Kesra agar bantuan tepat sasaran kepada warga kelompok desil 1 hingga 4,” jelas Yeti.
Bagi penerima bantuan, program tersebut turut membantu menekan pengeluaran rumah tangga di tengah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap hari.
Sulpiah (31), warga Kelurahan Loa Bakung yang menerima bantuan, mengapresiasi keberlanjutan program intervensi dari pemerintah.
“Bantuan beras ini sangat membantu mengurangi beban pengeluaran belanja harian keluarga kami di tengah kondisi harga pokok saat ini. Harapan kami program seperti ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.
Editor: Erwin
Selasa, 22/09/2026
Perwakilan Bulog, pemerintah daerah, saat berfoto bersama warga penerima manfaat usai penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Loa Bakung, Samarinda, Selasa (22/9/2026). (Foto: Yieli/Korankaltim.com)
TERPOPULER